detikNews
2019/08/15 21:35:43 WIB

Round-Up

Kontroversi Model Seksi Ngaku Diperas di Bali

Rivki - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kontroversi Model Seksi Ngaku Diperas di Bali Tori Ann Lyla Hunter (Foto: Dok. Instagram)
Denpasar - Model asal Adelaide, Australia, Tori Ann Lyla Hunter, mengaku dirinya diperas oleh polisi dan pengacara di Bali. Selebgram itu sempat ditahan selama 4 hari terkait kepemilikan obat terlarang di Indonesia.

Kisah ini bermula ketika Tori Hunter tiba di Bali pada Selasa (6/8). Pada hari yang sama, Bea-Cukai juga langsung melakukan pemeriksaan laboratorium dan menyerahkannya ke polisi.

Saat diperiksa, selebgram itu kedapatan membawa 100 butir tablet dalam botol plastik putih diduga merupakan dexamphetamine dan 47 tablet dalam botol plastik putih bertuliskan 'Antenex 5'.



Tori Hunter mengaku ditahan selama 4 hari di Bali dan diperas hampir senilai AUD 40 ribu atau setara dengan Rp 400 juta. Uang itu dia klaim sebagai uang yang dia bayarkan untuk kebebasannya dari penjara di Pulau Dewata.

Dia lalu melakukan crowdfunding atau penggalangan dana online di situs GoFundMe untuk membayar kembali AUD 39.600 atau setara dengan Rp 396 juta yang dia klaim di medsos.

"Saya ditahan setelah melalui Bea-Cukai karena membawa obat resep saya sendiri ke negara itu, yang saya bawa dalam kotak berlabel farmasi bersama dengan sertifikat dari dokter saya," tulis Tori di halaman penggalangan dana tersebut.

"Saya secara pribadi menjadi sasaran karena status media sosial saya sebagai model," tutur Tori.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com