"Tidak semua anak muda bisa bergabung dalam pasukan ini. Untuk itu, hal ini harus disyukuri dengan cara mengimplementasikan hasil latihan selama ini dalam upacara sesungguhnya di balai kota pada 17 Agustus mendatang," ujar Hendi, dalam keterangan tertulis, Kamis (15/8/2019).
Para pelajar terpilih yang berasal dari 16 Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Semarang tersebut akan bertugas mengibarkan sang saka merah putih pada saat upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 pada Sabtu (17/8/2019) di Halaman Balai Kota Semarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang. Untuk itu mari bina jaringan sebaik-baiknya. Ibaratnya kalian adalah kristal yang harus digosok, kristal yang paling mengkilat itu yang akan diperlukan negara Indonesia ini. Jangan sampai kristal retak karena narkoba, menikah muda, tawuran, dan lain-lain," tuturnya.
Hendi menambahkan, sebagai generasi muda kita harus meneruskan perjuangan para pahlawan dan founding fathers kita saat melawan penjajah Belanda dan Jepang. Mereka telah mengorbankan tenaga, pikiran, keluarga, bahkan nyawa untuk meraih kemerdekaan Indonesia. Untuk itu, ia meminta para pemuda untuk mengisi pembangunan di bidang masing-masing dan bekerja keras untuk membuat Indonesia Semakin maju.
Sebagai informasi, anggota Paskibraka Kota Semarang tahun 2019 yang berjumlah 27 orang berasal dari SMA N 1, SMA N 2, SMA N 3, SMA N 4, SMA N 5, SMA N 6, SMA N 7, SMA N 9, SMA N 11, SMA N 15, SMA N 16, SMK N 1, SMK N 4, SMK N 5, SMK N 7 dan SMA Saint Louis.
Sebelum dikukuhkan, mereka telah menjalani masa latihan selama 21 hari mulai 28 Juli hingga 17 Agustus 2019 dengan dilatih oleh Kodim, PPI, dan purnawirawan TNI. Paskibraka juga menjalani masa karantina pada 13-17 Agustus 2019 disusul studi lapangan dan pembelajaran sejarah kebudayaan di Kota Malang Jawa Timur. (akn/ega)











































