detikNews
Kamis 15 Agustus 2019, 19:25 WIB

Pengacara Jelaskan soal Selebgram Australia Ngaku Diperas di Bali

Aditya Mardiastuti - detikNews
Pengacara Jelaskan soal Selebgram Australia Ngaku Diperas di Bali Tori Ann Lyla Hunter (Dok. Instagram)
Denpasar - Firma Hukum Legal Nexus ikut angkat bicara soal tuduhan pemerasan yang dilontarkan selebgram Tori Ann Lyla Hunter. Pihak pengacara pun membantah tuduhan pemerasan tersebut.

"Pertemuan awal kami dengan Ms Tori Hunter adalah karena diperlukannya penerjemah berhubung yang bersangkutan tidak mengerti mengapa keterangannya diperlukan. Kami mengatakan kepadanya bahwa kami juga berprofesi sebagai penasehat hukum dan menjelaskan apa yang sedang terjadi karena Ms. Tori Hunter tampak sangat kebingungan," kata pengacara Legal Nexus Law Firm Jupiter G Lalwani dalam keterangan tertulis, Kamis (15/8/2019).

Jupiter mengatakan pihaknya lalu menjelaskan tentang layanan dan perkara yang dihadapi Hunter di Indonesia. Jupiter menyebut pihaknya lalu berbicara dengan keluarga Hunter, yaitu kakeknya, Kevin Dower.

"Kami memberi tahu mereka tentang biaya yang kemudian disepakati oleh kedua belah pihak, kami mengeluarkan Surat Kuasa dalam dua bahasa (bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia pada halaman yang sama). Ms Tori Hunter mengerti apa yang tertulis di Surat Kuasa dan menandatanganinya secara sukarela. Kami menerbitkan faktur pada hari berikutnya dan mengirimkannya ke perwakilan Bank dan juga ditembuskan kepada anggota keluarganya melalui bagian keuangan kami," jelasnya.

Dia menambahkan, selama mendampingi Tori Hunter, pihaknya memberikan pelayanan profesional. Jupiter juga mengatakan pihaknya bahkan memberi Hunter koneksi komunikasi untuk berkomunikasi dengan putranya.

"Kami melakukan layanan kami sebagai perwakilan hukumnya, secara profesional, etis dan lebih daripada itu, seperti memberikan makanan dan minuman sesuai permintaan Ms Tori Hunter (yang ia inginkan berbeda-beda setiap hari); kami berusaha membuat yang bersangkutan setenang mungkin sebagai kewajiban moral sebagai sesama manusia. Kami bahkan memberinya koneksi komunikasi tanpa henti untuk berkomunikasi dengan keluarganya, terutama putranya," urainya.

Dia juga menegaskan Hunter diperlakukan dengan sangat baik oleh kepolisian. Dia menambahkan, pada Jumat (9/8) atau hari ketiga, proses hukum Hunter dinyatakan selesai.

"Pada tanggal 9 Agustus (pada hari ketiga), proses telah selesai, yang juga mengakhiri layanan kami. Namun kami masih menyediakan transportasi pribadi dan sopir untuk membawanya ke villa yang ditunjuk di Seminyak. Ms Tori Hunter mengirimi kami pesan teks terima kasih," ucap Jupiter sembari menunjukkan tangkapan layar percakapan Hunter kepada dirinya.

Setelah Hunter menjalani proses hukum, Jupiter menyebut Hunter masih dapat menikmati sisa liburan di beberapa objek wisata di Pulau Dewata. Dia pun mengaku terkejut ketika tahu Hunter melontarkan tuduhan pemerasan.

"Kami sangat terkejut bahwa dengan mudahnya Ms Tori Hunter membuat tuduhan yang tidak berdasar dan kejam terhadap pengacaranya yang membantunya selama proses tersebut. Dia bahkan membuat tuduhan yang sama kepada pihak berwenang. Kami sangat kecewa dengan perilakunya, tetapi di sisi lain kami juga mengerti bahwa ia sakit, kami mendorongnya untuk mencari bantuan yang ia butuhkan," paparnya.

Jupiter menyebut tuduhan ini mempengaruhi citra firma hukumnya. Pihaknya pun masih pikir-pikir untuk melaporkan Hunter atas tuduhan pencemaran nama baik.

"Pada saat ini kami juga berpikir untuk mengambil langkah profesional terkait tuduhan tidak berdasar Ms Tori Hunter dan kami sedang mendiskusikan di antara rekan apakah kami perlu mengambil langkah lebih lanjut untuk melaporkannya kepada pihak berwenang berdasarkan pencemaran nama baik," ucapnya.


Sebelumnya diberitakan, Tori Hunter mengaku ditahan selama 4 hari di Bali dan diperas hampir senilai AUD 40 ribu atau setara dengan Rp 400 juta. Uang itu dia klaim sebagai uang yang dia bayarkan untuk kebebasannya dari penjara di Pulau Dewata.

Dia lalu melakukan crowdfunding atau penggalangan dana online di situs GoFundMe untuk membayar kembali AUD 39.600 atau setara dengan Rp 396 juta yang dia klaim di medsos.

"Saya ditahan setelah melalui Bea-Cukai karena membawa obat resep saya sendiri ke negara itu, yang saya bawa dalam kotak berlabel farmasi bersama dengan sertifikat dari dokter saya," tulisnya di halaman penggalangan dana tersebut.

"Saya secara pribadi menjadi sasaran karena status media sosial saya sebagai model," tuturnya.

Polda juga menepis tudingan ini. Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja memastikan penyidik bekerja profesional.

"Info seperti itu tidak benar. Penyidik Polri bekerja dengan profesional. Jika kasusnya terbukti tentu akan diproses hukum dan jika tidak terbukti pasti akan dibebaskan," kata Kombespol Hengky kepada jurnalis ABC Indonesia Nurina Savitri.



Banyak Turis Berulah, Gubernur Bali Bakal Bikin Aturan Soal Etika:

[Gambas:Video 20detik]


(ams/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com