detikNews
Kamis 15 Agustus 2019, 18:17 WIB

Terbukti Produksi Kokain di Bali, WN Aussie Divonis 5 Tahun Bui

Aditya Mardiastuti - detikNews
Terbukti Produksi Kokain di Bali, WN Aussie Divonis 5 Tahun Bui Foto: WN Australia, Ryan Scott William (pria, kanan) menjalani sidang vonis kasus kokain di PN Denpasar. (Aditya-detikcom)
Denpasar - Warga negara (WN) Australia, Ryan Scott William (45) divonis hukuman 5 tahun penjara terkait kasus narkotika. Warga asal Sydney itu dinyatakan bersalah memproduksi kokain.

"Mengadili menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan memproduksi narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman, menjatuhkan terdakwa pidana selama 5 tahun," kata Ketua Majelis Hakim Bambang Ekaputra saat membacakan vonis di Pengadilan Negeri Denpasar, Jalan PB Sudirman, Denpasar, Bali, Kamis (15/8/2019).


William ditangkap pada Selasa (12/3) sekitar pukul 22.00 Wita di Villa daerah Pengubengan, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung. Saat ditangkap, William diketahui menyimpan sediaan kokain seberat 43,1 gram.

"Ketika petugas kepolisian melakukan penggeledahan di ruang ganti kamar, ditemukan dua piring kaca mengandung sediaan kokain kode A seberat 14,1 gram, kemudian kode B dengan berat 24,70 gram netto yang ditemukan di almari. Setelah itu petugas menggeledah kamar mandi dan menemukan lima plastik berisi serbuk putih sediaan narkotika total 4,38 gram netto," urai Bambang.

Dalam persidangan, terdakwa menjelaskan cara membuat kokain yakni dengan mencampur bahan-bahan seperti pasta kokain, air aki, sodium bikarbonat, aseton alkohol, hingga cuka putih. Semuanya dimasak di atas piring kaca yang ditemukan polisi.

"Dalam membuat kokain itu adalah untuk eksperimen, dan untuk mengurangi sakit terdakwa. Jika bisa memproduksi sendiri, sehingga terdakwa tidak usah beli, di mana dalam keterangannya terdakwa punya sakit tulang mudah patah," ucap Bambang.

Hakim juga menolak permintaan kuasa hukum untuk menjatuhkan hukuman rehabilitasi. Sebab, barang bukti narkotika yang ditemukan pada terdakwa melebihi batas pemakaian dalam satu hari.

"Yang mana barang bukti tersebut melebihi pemakaian satu hari, korban penyalahguna dan narkotika, menimbang dengan demikian rehab tidak bisa dijatuhkan maka harus ditolak," jelasnya.

Hal yang memberatkan yakni perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemberantasan narkotika pemerintah dan membahayakan keselamatan generasi muda. Kemudian jumlah barang bukti yang ditemukan lebih dari 30 gram.

"Hal yang meringankan terdakwa berlaku sopan selama di persidangan, belum pernah dipidana, terdakwa menyesali dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, dan terdakwa mempunyai anak dan sebagai pelindung karena sudah cerai dengan istrinya," tutur Bambang.


William yang datang menggunakan alat penyangga di kaki kananya itu menyimak penjelasan hakim dengan seksama. Baik pihak kuasa hukumnya maupun jaksa menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim.

Putusan ini jauh lebih berat dari tuntutan jaksa yang menuntun William selama 1 tahun 3 bulan (15 bulan). Dalam tuntutan jaksa, William disebut sebagai penyalahguna narkotika dan dalam pleidoinya dia mengajukan rehabilitasi.

Atas perbuatannya William dinyatakan bersalah melanggar Pasal 113 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.



Banyak Turis Berulah, Gubernur Bali Bakal Bikin Aturan Soal Etika:

[Gambas:Video 20detik]


(ams/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com