Terbukti Lakukan Penipuan, Eks Bos Kadin Bali Divonis 2 Tahun Bui

Aditya Mardiastuti - detikNews
Kamis, 15 Agu 2019 17:45 WIB
Foto: Eks Ketua Kadin Bali AA Ngurah Alit Wiraputra divonis 2 tahun penjara (Dita-detik)
Denpasar - Eks Ketua Kadin Bali AA Ngurah Alit Wiraputra divonis 2 tahun penjara atas kasus penipuan terkait kasus perizinan Pelabuhan Benoa, Bali. Hakim juga menyatakan Alit terbukti menerima duit Rp 16,1 Miliar dari Lukito Disastro.

"Menyatakan terdakwa AA Ngurah Alit tersebut di atas terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana alternatif pertama. Menjatuhkan pidana selama dua tahun dikurangi selama terdakwa berada di tahanan," kata Ketua Majelis Hakim Ida Ayu Nyoman Adnya Dewati saat membacakan vonis di PN Denpasar, Jl PB Sudirman, Denpasar, Bali, Kamis (15/8/2019).

Alit dinyatakan terbukti menggunakan nama palsu atau suatu sifat palsu dengan mempergunakan susunan kata-kata bohong untuk menggerakkan saksi korban Sutrisno Lukito Disastro menyerahkan uang ke terdakwa. Hakim menyatakan Alit meyakinkan saksi korban untuk berinvestasi pengembangan kawasan pelabuhan Benoa dengan mengklaim sebagai anak angkat Gubernur Bali Made Mangku Pastika.



"Menimbang bahwa Sutrisno Lukito Disastro dan Abdul Satar mau menyerahkan uang sejumlah Rp 16,1 miliar kepada terdakwa Alit karena ada kata-kata yang diucapkan terdakwa Alit mengaku sanggup untuk mengurus izin rekomendasi gubernur Bali untuk pengembangan dan pembangunan pelabuhan Benoa dan mengaku sebagai anak angkat Gubernur Bali I Made Mangku Pastika membuat saksi Sutrisno Lukito Disastro menjadi yakin dan percaya dan tergerak hatinya untuk membuat kesepakatan saling pengertian tanggal 26 Januari 2012 dan menyerahkan uang sebesar Rp 16,1 miliar kepada terdakwa Alit," ujar hakim Ayu.

Hakim menguraikan uang senilai Rp 16,1 miliar itu ditransfer secara bertahap periode Maret-Juni 2012. "Sehingga jumlah uang yang diterima terdakwa AA Alit dari Sutrisno Lukito Disastro sejumlah Rp 16,1 miliar," terangnya.

Namun, dalam perjalanannya terdakwa tidak dapat memenuhi janjinya untuk menerbitkan rekomendasi gubernur terkait izin proyek pengembangan Kawasan Pelabuhan Benoa, Bali hingga korban mengalami kerugian.



Hal yang meringankan yakni terdakwa bersikap sopan selama di persidangan, memiliki tanggungan anak yang masih kecil, dan menjadi tulang punggung keluarga.

"Terdakwa juga belum pernah dihukum," ucap hakim Ayu.

Atas vonis hakim ini baik pengacara maupun jaksa menyatakan pikir-pikir. Atas perbuatannya Alit dinyatakan terbukti melanggar pasal 378 KUHP.

(ams/rvk)