Tolak Tarik Pasukan, Menhan Sebut Operasi Militer di Nduga Tetap Lanjut

Andhika Prasetia - detikNews
Kamis, 15 Agu 2019 17:04 WIB
Foto: Menhan Ryamizard Ryacudu. (Dok Kemenhan)
Foto: Menhan Ryamizard Ryacudu. (Dok Kemenhan)
Jakarta - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali menembaki personel TNI-Polri di Nduga, Papua yang menewaskan Briptu Hedar. Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan konflik tetap diselesaikan lewat operasi militer.

"Iya betul (operasi militer). Sudah berapa kali diajak-ajak malah yang ngajak ditembak-tembaki. Nggak bener itu," kata Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2019).


Terkait permintaan agar pemerintah menarik pasukan dari wilayah konflik tersebut, Ryamizard menolaknya. Ryamizard menegaskan operasi tetap dilanjutkan.

"Menarik (pasukan)? Merdeka! Mau merdeka! Alaaah. Kalau merdeka itu begitu itu sontoloyo, nggak bener," kata Ryamizard.

"Mau merdeka? Mau nggak? Kalau semua merdeka nanti bubar. Nggak boleh. Saya Menteri Pertahanan yang bertanggungjawab itu," imbuhnya.


Ryamizard mengatakan pemerintah sudah berulang kali mengajak untuk menyelesaikan konflik tanpa senjata. Namun tak dihiraukan oleh kelompok bersenjata di Papua.

"Kan sudah berapa kali diajak-ajak, nggak mau, ya sudah selesaikan saja," ujar Ryamizard.



Video Tangis Keluarga di Pemakaman Briptu Hedar Korban Penembakan KKB:

[Gambas:Video 20detik]

(dkp/idh)