detikNews
Kamis 15 Agustus 2019, 16:50 WIB

Polri Akan Ungkap Hasil Investigasi Blackout PLN Besok

Audrey Santoso - detikNews
Polri Akan Ungkap Hasil Investigasi Blackout PLN Besok Ilustrasi Kondisi Jakarta saat listrik padam. (Muhammad Ridho/detikcom)
Jakarta - Bareskrim Polri akan merilis hasil investigasi peristiwa blackout separuh Pulau Jawa yang terjadi pada Minggu (4/8) lalu. Investigasi ini terkait dengan jaringan pasokan listrik di Pemalang dan Jakarta.

"Besok akan disampaikan (hasil investigasinya). Ada perlu dua titik yang didalami, ada di Pemalang dan di Jakarta," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2019).

Dedi menuturkan seharusnya Bareskrim merilis hasil investigasi hari ini. Namun pihaknya masih menganalisis kejadian blackout secara komprehensif dan berdasarkan fakta di lapangan.

"Kita tidak boleh terburu-buru karena hasilnya harus komprehensif dan sesuai fakta di lapangan. Oleh karenanya, dari tim menginfokan untuk diundur besok, mematangkan dulu pemeriksaan di Pemalang dan Jakarta," tutur Dedi.





Dedi menambahkan analisis terkait hasil investigasi diupayakan selesai hari ini. "Diupayakan pemeriksaan selesai hari ini sehingga besok bisa disampaikan diagnosa awal tentang dugaan awal faktor penyebab awal blackout," ucap Dedi.

Pada kasus ini, Polri berinisiatif membentuk tim khusus untuk menginvestigasi penyebab padamnya listrik. Tim khusus ini beranggotakan 30 orang.

"Untuk Bareskrim, kurang-lebih ada 30 orang," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/8).

Tim Bareskrim tersebut terdiri dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu dan Direktorat Tindak Pidana Siber. Sedangkan pihak eksternal yang terlibat berasal dari ITB, BPPT, Kementerian ESDM, dan satu pakar kelistrikan.





"Terdiri dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu, kemudian Direktorat Siber. Kemudian dari tim yang dipimpin Pak Fadil (Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Brigjen Fadil Imran) melibatkan eksternal dari ahli ITB, BPPT, ESDM, dan satu ahli dari luar negeri doktor Reza," jelas Dedi.

Dedi menerangkan Direktorat Tindak Pidana Siber dilibatkan karena peristiwa blackout pernah terjadi di salah satu negara di Eropa dan penyebabnya adalah serangan siber.

"Kenapa dilibatkan juga dari siber? Karena ini rawan, karena pengalaman di Eropa, blackout terjadi karena ada serangan siber dan illegal access," terang Dedi.

Blackout di separuh Pulau Jawa terjadi pada Minggu (4/8). Pada Senin (5/8), PLN melakukan pemadaman listrik bergilir di Jabodetabek. Penyebab blackout, menurut PLN, adalah pohon sengon setinggi 8,5 meter yang menjulang dan mengenai kabel listrik di wilayah Gunungpati, Jawa Tengah.



Simak juga video Listrik Padam, Semua Geram!:

[Gambas:Video 20detik]


(aud/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
BERITA TERBARU +