detikNews
Kamis 15 Agustus 2019, 11:57 WIB

Cegah Karhutla, Gubernur Sulsel Imbau Warga Jangan Merokok di Hutan

Ibnu Munsir - detikNews
Cegah Karhutla, Gubernur Sulsel Imbau Warga Jangan Merokok di Hutan Foto: Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (Munsir-detikcom)
Makassar - Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, meminta untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan di Sulsel. Gubernur meminta masyarakat untuk tidak merokok saat melakukan kegiatan di hutan.

"Iya jadi kita bisa lihat betapa lingkungan kita ikut prihatin laju perusakan hutan jauh lebih cepat dibandingkan rehab. Sulsel ini sebagai lumbung pangan Nasional kalau kita bicara pangan tentu bicara air oleh karena itu kita mengantisipasi hal yang kita tidak inginkan bersama seperti tadi itu bersatu padu semua untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan," kata Nurdin usai memimpin Apel Gelar Pasukan dalam Rangka Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Sulsel di pelataran Trans Studio, Makassar, Kamis (15/8/2019) pagi.

Selain itu, peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam penanganan kebakaran hutan. Masyarakat bahkan diminta untuk mencegah dengan tidak merokok saat memasuki hutan, hal ini mengingat musim kemarau di Sulsel sudah sangat panjang.



"Yang kedua kita cegah untuk tidak sembarang buang puntung rokok, sebaiknya masuk ke hutan jangan bawa rokok, jangan bawa rokok karena bahan bakar di hutan dengan kondisi kemarau cukup besar, saya kira kapolda panglima dan semua sektor ini kita bersatu padu, untuk menyuluh memberikan peringatan dan himbauan kita," jelasnya Mantan Bupati Bantaeng ini.

Olehnya itu, peran Kapolda dan Pangdam di Sulsel juga ditingkat bawah sangat diperlukan. Peran Binmas dan Babinsa dengan mengingatkan masyarakat menjaga hutan menjadi ujung tombak saat ini. Sementara terkait anggaran, Nurdin menyebut semuanya menggunakan anggaran bersama untuk penanganan dan pencegahan hutan terbakar.

"Titik khusus, tadi sudah membangun masing masing menjaga wilayah, misalnya Kepolisian punya jajaran ada sampai ke Binmas, Panglima juga punya jajaran sampai ke Babinsa ya saya kira semua bisa bekerja aparat Pemerintah daerah sampai ke tingkat RW, nah kalau ini semua insyallah," terangnya.

Sementara itu, Kepala Daerah Operasi, (Kadaops) Gowa, Sulawesi Selatan, Balai Pengendalian Perubahan Iklim Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL), Ishaq Andi Kunna mengatakan pihaknya melakukan penanganan dengan deteksi menggunakan hotspot yang bersambung dengan satelit. Hal ini dilakukan dengan melihat secara keseluruhan daerah mana yang terbakar.



"Langkah itu melakukan kegiatan pencegahan deteksi dini monitoring hotspot, secara cepat hotspot kemudian satelit. langkah melakukan upaya dini terjadi kebakaran dan pemadaman awal," tegasnya.

Iapun menghimbau masyarakat yang tinggal di sekitaran hutan dan beraktivitas di kebun untuk tidak melakukan pembakaran jika melakukan pembersihan lahan.

"Iya kalau himbauan secara umum utamanya berada di sekitar tinggal hutan dan beraktivitas di dalam kebun untik tidak melakukan pembakaran," tutupnya.


Simak Video "Petaka Asap, Mencari Dalang pada Bencana Berulang"

[Gambas:Video 20detik]


(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed