detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 21:09 WIB

Jadi Dubes Inggris untuk RI, Owen Jenkins: Saya Terkesan, Sambutannya Hangat

Zakia Liland Fajriani - detikNews
Jadi Dubes Inggris untuk RI, Owen Jenkins: Saya Terkesan, Sambutannya Hangat Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins. (Foto: Zakia/detikcom)
Jakarta -

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat Indonesia setelah ditetapkan sebagai dubes. Dia menyebut masyarakat Indonesia memiliki sudut pandang yang luar biasa.

"Sejak datang ke sini saya terkesan dengan sambutan yang sangat hangat. Orang-orang Indonesia sangat luar biasa dari point of view itu," kata Jenkins di kantornya, Jalan Patra Kuningan Raya, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

Jenkins juga terkesan dengan cita rasa kuliner Indonesia, khususnya gorengan. Dia pun berkelakar punya waktu 4 tahun lagi untuk mencicipi gorengan.

"Dan waktu saya kembali dari Istana Merdeka saya bisa merayakan upacara itu dengan gorengan. Enak sekali. Jadi saya, saya akan punya empat tahun lagi untuk mencoba gorengan," selorohnya.

Selain itu, Jenkins terkesan dengan kekayaan yang dimiliki Indonesia. Menurutnya, Indonesia dengan keberagaman secara geografis sampai dengan etnik merupakan kebanggaan tersendiri.

"Saya melihat kekayaan yang menakjubkan dari Indonesia yang merupakan sebuah kebahagiaan dan kebanggaan bagi Indonesia, tapi juga mengenai kemanusiaan," sebut Jenkins.

Bagi Jenkins, Indonesia tidak hanya terkenal karena keragaman dan keramahannya. Proses reformasi yang terus berlangsung di Indonesia sejak tahun 1998, dilihatnya sebagai komitmen Indonesia terhadap demokrasi yang juga dikagumi oleh masyarakat Inggris.

.Saya pikir, ini menjadi hal yang kagumi oleh masyarakat Inggris. Dan hal ini diapresiasi," imbuhnya.

Kebebasan berekspresi di Indonesia dalam naungan demokrasi pun dilihat Jenkins sebagai sebuah hal yang patut dicontoh. Sebab, menurutnya, kebebasan ini tetap mengutamakan keamanan dari masyarakat dalam menyampaikannya.

"Menurut saya, itu adalah refleksi dari sejarah bagaimana Indonesia memiliki keseimbangan antara kebebasan berekspresi dengan keamanan masyarakat, yang sebenarnya merupakan tantangan bagi kita semua untuk menemukan solusi untuk itu," pungkas Jenkins.




(idn/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com