AS Desak Suriah Bertanggung Jawab Atas Pembunuhan Hariri
Sabtu, 22 Okt 2005 09:35 WIB
Jakarta - Amerika Serikat mendesak Suriah bertanggung jawab atas pembunuhan mantan PM Lebanon Rafik Hariri. Suriah dituding sebagai dalang pembunuhan mantan PM Lebanon itu seperti yang dimuat dalam laporan PBB.Menteri Luar Negeri Amerika, Condoleeza Rice menyatakan, berdasarakan penyelidikan PBB ditemukan menemukan bukti yang menghubungkan Suriah dengan pembunuhan Hariri akibat serangan bom mobil 14 Februari lalu.Suriah telah menyatakan bantahan akan hal itu. Sementara Dewan Keamanan PBB akan membahas laporan tersebut, serta kemungkinan besar dapat menjatuhkan sanksi.Penyidik PBB yang menulis laporan itu, Detlev Mehlis, harus mempertahankan alasannya untuk menghapus nama-nama lima petinggi Suriah dalam salah satu bagian laporan tahap akhir. Nama-nama tersebut termasuk saudara laki-laki serta saudara ipar Presiden Suriah, Bashar al-Assad, yaitu Maher al-Assad and Asef Shawkat. Mehlis dalam konferensi persnya mengatakan nama-nama tersebut ia hapus untuk menjamin asas praduga tak bersalah. Dalam laporan yang dihapuskan itu, seorang saksi mata menyebut para kerabat presiden termasuk lima petinggi Suriah yang memutuskan untuk mengkahiri nyawa Hariri di tahun 2004.Laporan itu juga menyebutkan pemerintah Suriah tidak berkerjasama secara penuh terhadap proses penyidikan.Terhadap laporan itu Rice seperti yang dikutip BBC Sabtu (22/10/2005) menyebut laporan Mehlis sebagai hal yang 'sangat mengganggu'. "Anda sudah jelas-jelas memiliki kasus dimana muncul implikasi keterlibatan para pejabat Suriah dalam pembunuhan Rafik Hariri. Laporan itu juga secara jelas mengindikasikan bahwa pemerintah Suriah tidak mau diajak bekerjasama secara penuh," tambah Rice.Laporan PBB yang dipersiapkan atas permintaan Sekretaris Jenderal Kofi Anan menyebutkan bom mobil yang menewaskan Hariri hanya mungkin dilakukan oleh kelompok organisasi yang besar. Selain menemukan bukti yang menunjukkan keterlibatan Suriah, para penyidik PBB juga mengatakan telah menemukan bukti kolusi Lebanon dalam pembunuhan Hariri.Pembunuhan Hariri sendiri disebut-sebut bermuatan politis dan telah direncanakan selama berbulan-bulan. Penulis laporan tersebut, Mehlis, akan menyampaikan pandangannya dalam Dewan Keamanan PBB tanggal 25 Oktober mendatang.Suriah dan Lebanon menentang tuduhan tersebut. Menteri Informasi Suriah, Mehdi Dakhlallah mengutuk penemuan itu dan menyebutnya sebagai bias politik dan jauh dari kebenaran. Sementara lembaga kepresidenan Lebanon mengeluarkan pernyataan yang menolak keterangan bahwa saudara laki-laki tokoh kunci dalam proses penyidikan itu telah menelepon Presiden Emile Lahoud beberapa saat sebelum serangan bom mobil dilakukan."Kantor pers kepresidenen menolak informasi tersebut yang tidak berlandaskan kebenaran, dan hanya merupakan bagian kampanye melawan presiden," tulis lembaga kepresidenan Lebanon.
(mar/)











































