Awas! 13 Titik Longsor dan Banjir Ancam Pemudik di Jateng

Awas! 13 Titik Longsor dan Banjir Ancam Pemudik di Jateng

- detikNews
Jumat, 21 Okt 2005 20:46 WIB
Semarang - Pemudik yang akan melewati kawasan Jawa Tengah harus waspada. Soalnya, berdasarkan data Dishubtel dan DLLAJR, ada 13 titik rawan longsor dan banjir yang tersebar merata di Jateng. Data tersebut menyebutkan, lokasi yang masih mengancam terjadinya tanah longsor adalah Ketanggungan dan Balapulang (Brebes), Gumilir (Cilacap), Sumpiuh (Banyumas), Gubug (Grobogan), Kendal dan Sumberlawang (Sragen).Sedangkan untuk daerah rawan banjir adalah Brebes, Comal, Weleri, Gombong, Kebumen dan Kutoarjo. "Lebaran tahun ini kan bersamaan dengan musim hujan. Jadi longsor dan banjir mungkin terjadi," kata Kepala DLLAJR Jateng Suharto di Kantor DPRD Jateng Jalan Pahlawan Semarang, Jumat (21/10/2005).Untuk mengatasi hal itu, DLLAJR juga bekerjasama dengan Dishubtel Jateng. Terutama dalam hal penyiapan beberapa material dan peralatan pendukung (alat berat) di dekat lokasi yang dianggap rawan.Alat berat ditempatkan di balai pelaksana teknis (BPT) yang menjadi mitra DLLAJR atau Dishub dalam pekerjaan proyek jalan. Saat ini, pihaknya berkoordinasi dengan 6 BPT di Jateng yakni Tegal, Pemalang, Cilacap, Semarang, Pati dan Rembang.Kasubid Operasional Dishubtel Jateng Satriyo menambahkan, selain disediakan dari pemerintah, alat berat juga disiapkan penyedia jasa swasta. Dia memperkirakan jumlahnya sangat mencukupi untuk mengantisipasi kejadian mendadak. "Alat-alat itu ada di sekitar titik-titik rawan," jelas Satrio.Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan jika terjadi musibah itu, pihaknya sudah menyiapkan beberapa jalur alternatif seperti Bumiayu-Ajibarang, Kajen-Weleri, Weleri Sukorejo-Temanggung Kendal-Gunungpati, Purwodadi-Solo, Bantarbolang-Pemalang dan Rembang-Blora.Dijelaskannya, semua jalur tersebut kondisi jalannya cukup baik. Hanya untuk Bantarbolang hingga kemarin masih diperbaiki. "Untuk jalur alternatif ini kami bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat," ungkapnya. (mar/)


Berita Terkait