SBY Minta Lembaga Tinggi Negara Kompak
Jumat, 21 Okt 2005 19:55 WIB
Jakarta - Agaknya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melihat di antara lembaga tinggi negara saat ini ada yang tidak kompak. Sentilan ketidakkompakan ini dilontarkan SBY secara implisit. SBY menekankan perlunya para pimpinan lembaga tinggi negara bekerja sama lebih kompak menjalankan amanah rakyat. Perbedaan pendapatan bukan hal yang tabu, sepanjang semua pihak mempunyai kesamaan visi dalam membangun bangsa. "Ibarat musik antara perangkat satu dengan lainnya memberi suara berbeda tapi indah karena pada nada dan irama yang sama," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutan acara buka puasa bersama di rumah dinas Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita Jalan Widya Chandra, Jakarta, Jumat (21/10/2005).Presiden menilai sepanjang satu tahun pemerintahannya telah terjalin kerja sama antarlembaga tinggi negara yang konstruktif. Semua pihak dengan kewenangannya masing- masing dapat saling mengisi dalam upaya mengatasi situasi tahun 2005 yang berat.Dirinya berharap hubungan demikian dapat dikembangkan ke arah yang lebih baik lagi di tahun mendatang. "Perlu irama yang senada jangan terlalu keras. Jangan terlalu lemah sehingga mencapai hal terbaik membangun bangsa ini," ujarnya.Sambutan SBY itu merupakan tanggapan terhadap sambutan yang disampaikan Ginandjar Kartasasmita. Dalam sambutannya Ginandjar menyatakan, dalam setahun berjalan ada perbedaan yang sangat mendasar di MPR dibandingkan periode sebelumnya yaitu dengan hadirnya lembaga DPD yang anggotanya dipilih secara langsung oleh rakyat pada tahun 2004 lalu. "DPD itu suaranya ada di kamar yang lunak," katanya.Acara buka puasa di rumah Ginandjar dihadiri hampir seluruh kepala lembaga tinggi negara seperti Ketua MPR Hidayat Nurwahid yang sempat didaulat menyampaikan kultum, Ketua MK Jimly Asshidiqie, Wakil Ketua AM Fatwa, seluruh pimpinan DPD, Menko Polhukam, Menko Kesra Alwi Shibab dan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, Eros Djarot, Surya Paloh, Chairul Tandjung dan Harry Tanoedjaya. Wapres Jusuf Kalla sedianya akan hadir dalam acara ini, akhirnya batal. Dia memilih berbuka puasa bersama keluarga di rumah yang kebetulan anggota keluarganya berangkat umrah besok.
(mar/)











































