Awas, Daging Sapi Dioplos Daging Babi Hutan!
Jumat, 21 Okt 2005 17:44 WIB
Palembang - Setelah takut mengonsumsi daging ayam lantaran wabah virus flu burung, masyarakat Palembang kini cemas dengan daging sapi oplosan. Sebab, diyakini ada daging sapi yang dioplos dengan daging babi hutan. Secara kasat mata, memang sulit membedakan daging sapi dengan daging babi hutan. Sebab, serat dan warnanya sangat mirip. Bahkan, bila daging babi hutan ini disiram darah sapi, hilanglah bau amis dagingnya."Kami minta supaya masyarakat waspada dan berhati-hati ketika membeli daging sapi," kata Kepala Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Palembang Thamrin di ruang kerjanya, Jalan Merdeka, Palembang, Jumat (21/10/2005).Thamrin mengakui daging sapi dan daging babi hutan sangat mirip. "Sulit sekali dibedakan. Diperlukan keahlian dan ketelitian khusus untuk dapat membedakannya," kata Thamrin. "Karenanya jangan terpedaya dengan harga murah, belilah daging yang ada lebel dari rumah pemotongan hewan," tambahnya.Menghadapi lebaran, Pemerintah Palembang menyiapkan stok sapi sebanyak 900 ekor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 650 ekor yang akan langsung dipotong, sedangkan sisanya akan dijadikan cadangan jika kebutuhan benar-benar meningkat. Dibandingkan tahun 2004, pasokan ini meningkat 10 persen. Selain stok dari peternakan itu, beberapa supermarket di metropolis juga sudah menyatakan kesiapannya untuk memasok daging sapi beku sebanyak 4 ton. Dan, dikatakan Thamrin, sebagian dari pasokan daging untuk wilayah Palembang didatangkan dari luar. Di antaranya, Australia, NTB, Jakarta dan Lampung.Untuk menjamin keamanan, sebelum masuk, daging-daging tersebut wajib harus dilengkapi dengan sertifikat aman terhadap penyakit antraks dan penyakit kuku dan mulut, dan juga penyakit lainnya.
(asy/)











































