detikNews
Selasa 13 Agustus 2019, 14:37 WIB

TNI Pertahankan Enzo Jadi Taruna Akmil, Ini Kata BPIP

Lisye Sri Rahayu - detikNews
TNI Pertahankan Enzo Jadi Taruna Akmil, Ini Kata BPIP Enzo, Taruna Akmil Keturunan Prancis (Dok. TNI AD)
Jakarta - Taruna Akademi Militer (Akmil), Enzo Zenz Allie, dipertahankan oleh TNI setelah melakukan beberapa tes. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) berencana melakukan sosialisasi Pancasila di lingkungan Akmil.

"Tapi ini juga sekaligus menyadarkan pada kita semua yang namanya Ideologi itu bukan karena keturunan biologis, tetapi hasil proses sosialisasi dan internalisasi sehingga andai kata yang bersangkutan (Enzo) nanti diterima, kita akan datang baik-baik kepemimpinan TNI, khususnya di Akmil," ujar Plt Kepala BPIP, Haryono, di gedung BPIP, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

Mendatangi TNI yang dimaksud Haryono adalah bukan untuk membatalkan Enzo sebagai taruna Akmil. Namun memberikan masukan tentang sosialisasi Pancasila di lingkungan Akmil.


"Itu datang baik-baik bukan untuk membatalkan dia, tetapi bagaimana BPIP ikut memberikan masukan tentang sosialisasi Pancasila di lingkungan Akmil," kata dia.

Selain itu, Haryono berencana menanyakan proses sosialisasi Pancasila di lingkungan Akmil. Menurutnya, seorang yang awalnya Pancasilais tidak menutup kemungkinan menjadi anti-Pancasila. Dia juga mencontohkan, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, pemimpin pemberontakan Darul Islam, melawan pemerintah Indonesia pada 1949-1962.

"Bagaimana proses sosialisasi Pancasila ke sana, karena tidak tertutup kemungkinan orang yang dulunya tidak Pancasilais yang bisa merubah jadi Pancasilais yang demikian pula sebaliknya orang yang tidak yang dulunya Pancasilais menjadi tidak Pancasilais," lanjutnya.


"Yang kita pelajari dari pahlawan-pahlawan kita seperti Kartosoewirjo itu dulu juga berjuang tapi kemudian ikut melakukan pemberontakan," ucapnya.

Haryono mengatakan BPIP selalu berkoordinasi dengan TNI perihal sosialisasi Pancasila di lingkungan Akmil. Namun waktu untuk melakukan sosialisasi masih dikoordinasikan dengan TNI.

"Kalau kami dengan pimpinan TNI sudah ada koordinasi, termasuk dengan KSAD, bagaimana sosialisasi pancasila itu dilaksanakan bersama-sama. Kalau yang ini (Enzo) kami perlu koordinasi lagi waktunya," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal Andika Perkasa mengatakan sejak awal TNI tidak ragu dengan 364 orang taruna Akmil yang dinyatakan lolos. Menurutnya, semua taruna telah memenuhi standar sesuai alat pengukuran, dari akademik, kesehatan jasmani, psikologi, sampai mental.

"Tapi, karena kemudian ada info tambahan tentang salah satu taruna kami, yaitu Enzo Zenz Allie, maka kami pun berusaha untuk, oke, kami ingin terbuka, membuka diri," kata Andika dalam jumpa pers di Mabesad, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (13/8).

Pengukuran itu berlangsung pada 10-11 Agustus 2019. Salah satu yang diukur adalah indeks moderasi beragama. Enzo mendapat nilai 5,9 dari nilai maksimal 7.

"Indeks moderasi beragamanya cukup bagus. Oleh karena itu, kami Angkatan Darat memutuskan untuk mempertahankan Enzo dan semua taruna-taruna militer yang kami terima beberapa waktu lalu," ungkapnya.



Simak Video "Menhan Percayakan TNI Dalami Keterkaitan Enzo dan HTI"


(lir/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com