ADVERTISEMENT

Tanaman Kering Diduga Picu Kebakaran di Puncak Gunung Batukaru Bali

Aditya Mardiastuti - detikNews
Selasa, 13 Agu 2019 08:48 WIB
Foto: Dok: BPBD Bali
Tabanan - Terlihat nyala api dari puncak Gunung Batukaru, Desa Wongaya Gede, Penebel Tabanan, Bali, semalam. Penyebabnya diduga karena tanaman hutan berjenis paku mas lapuk dan kering.

"Paku mas (tanaman hutan) yang lapuk dan cenderung kering diduga pemicu kebakaran karena sangat riskan terbakar," kata Kepala Pelaksana BPBD Bali, Made Rentin, Selasa (13/8/2019).
Warga dan petugas berusaha memadamkan api.Warga dan petugas berusaha memadamkan api. Foto: Dok: BPBD Bali


Kebakaran itu terjadi Senin (12/8) pukul 21.30 Wita. Titik api yang menyala jelas dilihat oleh warga yang tinggal di area Mengwi, Badung. "Beberapa masyarakat terdekat melihat adanya titik api di puncak, bahkan beberapa masyarakat di Mengwi-Badung melihat langsung adanya api tersebut mengingat Gunung Batukaru nampak jelas di arah barat dari beberapa Desa di Kecamatan Mengwi," jelasnya.



Rentin mengatakan sejak pukul 23.30 Wita warga masyarakat bersama tokoh setempat sudah mendaki ke puncak untuk melakukan pemadaman. Ada puluhan warga yang dengan sukarela membantu memadamkan api. "Terdapat beberapa kelompok sudah mendaki ke Puncak untuk melakukan penanganan/padaman APK, di antaranya 15 orang berangkat dari Jatiluwih, dari Batukaru 5 kelompok sekitar 60 orang, dan dari Pujungan sekitar 24 orang," sebutnya.

Dari penuturan relawan, kebakaran luas lahan diduga mencapai sekitar 3 are. Pura pelinggih yang berada di lokasi itu aman dari titik api. "Kebakaran diperkirakan dengan luas sekitar 3 are. Pura Luhur Puncak Kedaton aman dan terhindar dari api. Posisi api di sekitar barat daya Bale Semanggen, terdapat 3 Pelinggih serta di Utama Mandala terdapat Pelinggih Bebaturan, semuanya aman jauh dari api," jelasnya.



Hingga dini hari tadi warga dan petugas masih berupaya memadamkan api. Sebagian besar api sudah padam, tapi masih ada sekam atau bara yang masih ada di beberapa titik.

"BPBD Provinsi Bali Selasa (13/8) ini akan mengirim beberapa bantuan logistik untuk kebutuhan masyarakat dan petugas pemadam, juga dukungan APD (alat pelindung diri) berupa masker serta peralatan pemadaman api seperti cangkul dan sabit yang dipergunakan untuk memutus semak agar api tidak meluas," terangnya.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. "Nihil korban jiwa akibat kejadian kebakaran ini," ucap Rentin.




Tonton juga video Karhutla Terjadi Lagi di Konawe, 98 Hektare Lahan Hangus:

[Gambas:Video 20detik]

(ams/aan)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT