detikNews
Senin 12 Agustus 2019, 20:32 WIB

Menengok Pengepul Kulit Hewan Kurban di Bekasi yang Eksis Sejak 1997

Isal Mawardi - detikNews
Menengok Pengepul Kulit Hewan Kurban di Bekasi yang Eksis Sejak 1997 Foto: Isal Mawardi/detikcom
Bekasi - Hari Raya Idul Adha membawa keberkahan bagi sejumlah orang. Salah satunya bagi Parji (53), pengepul kulit hewan kurban di Bekasi, Jawa Barat.

Tempat pengepulan kulit hewan kurban milik Parji berada di Jalan Rawa Bambu Bulak, Kalibaru, Medan Satria, Kota Bekasi. Pantauan detikcom di lokasi, kulit kambing dan domba memenuhi tempat pengepulan itu.

Bisnis ini ia mulai sejak 22 tahun yang lalu tepatnya tahun 1997. Warung bakso miliknya ia 'sulap' menjadi tempat pengepulan kulit kambing. Bisnis ini ia lakukan setahun sekali di momen hari raya Idul Adha.

Ada puluhan hingga ratusan kulit hewan kurban yang dikumpulkan dari sejumlah masjid.Ada puluhan hingga ratusan kulit hewan kurban yang dikumpulkan dari sejumlah masjid. Foto: Isal Mawardi/detikcom


Tampak ratusan kulit kambing tertumpuk di gudangnya itu. Kulit kambing itu dia kirim ke Bandung, Jawa Barat dan Surabaya, Jawa Timur.

"Ini mau dibawa ke Bandung sama Surabaya. Dari kita langsung begini masuk tronton gitu," ujar Parji di lokasi, Senin (12/8/2019).



Parji memperoleh kulit hewan kurban itu dari sejumlah masjid di Bekasi. Karena sudah eksis sejak 1997, warga sekitar sudah terbiasa mengumpulkan kulit hewan kurban ke tempatnya.

Ia membeli kulit hewan kurban seharga Rp 15 ribu per lembar untuk kulit domba dan untuk kulit kambing dia beli dengan harga Rp 12 ribu per lembar. Parji tidak menerima kulit sapi karena terlalu sulit untuk dibawa.

Parji menaburi kulit kambing dan domba itu dengan garam. Itu agar kulit awet dan tidak mengeluarkan bau yang menyengat.

Kulit kambing diberi garam agar tidak menimbulkan bau.Kulit kambing diberi garam agar tidak menimbulkan bau. Foto: Isal Mawardi/detikcom


"3 Boks (kulit) sekitar 5 ton (garam). Ini harganya belum totalan. Cuma dikirim doang. Biasanya tahun kemaren agak mahal per tonnya 1,7," lanjutnya.

Parji mengambil untung Rp 5.000 untuk per lembar kulit yang dikumpulkannya. Dengan modal Rp 50 juta, di atas kertas, Parji dapat mengumpulkan keuntungan sekitar Rp 16 juta setiap momen Idul Adha.

"Modalnya Rp 50 juta. Dijual Rp 20 ribu (per lembar). Untung Rp 5 ribu," tutup Parji.



(isa/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed