Kejahatan Taksi Ngetren Lagi

Kapolda Metro Jaya:

Kejahatan Taksi Ngetren Lagi

- detikNews
Jumat, 21 Okt 2005 14:57 WIB
Jakarta - Meski kejahatan di taksi bukan barang baru, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani mengaku kini modus kejahatan yang sering kali menimpa penumpang atau sopir taksi sedang ngetren lagi. Indikasi itu terlihat dari banyaknya kasus yang ditanganinya."Modus perampokan ini sekarang menjadi tren di kalangan penjahat. Soalnya mereka bisa cepat menghilang, dan tempat kejadian perkara (TKP)-nya berpindah-pindah," ungkap Firman usai salat Jumat di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (21/10/2005).Namun sejak dibentuknya tim yang memfokuskan pemberantasan kejahatan di taksi, Polda Metro Jaya hingga kini telah mengungkap lima kasus. Sehingga dari 25 kasus perampokan taksi yang terjadi di tahun 2005, 13 kasus di antaranya sudah terungkap."Operasi ini akan terus berjalan sampai Ramadan selesai dan dilanjutkan dengan Operasi Ketupat selama Idul Fitri," kata Firman.Untuk meminimalisir kejahatan ini, Firman mengimbau kepada pengusaha taksi agar lebih serius dalam membantu kepolisian mengungkap kasus ini. Caranya, meraka diminta memperketat sistem rekrutmen sopir dan memberikan hukuman berat bila ada kesalahan yang dilakukan sopirnya, seperti memberikan taksi yang menjadi tanggung jawabnya kepada sopir tembak.Dari 25 kasus yang kini ditangani, Firman mengungkapkan, sekitar 10-20 persen perampokan di taksi menimpa sopir taksinya. Untuk itu, Polda Metro Jaya sedang mengupayakan pembuatan jaringan komunikasi dengan beberapa perusahaan taksi yang berbasis global positioning system (GPS)."Saat ini baru Blue Bird Group yang sudah siap, sedangkan perusahaan lain terbentur masalah biaya," katanya.Dia juga menegaskan, hal ini menjadi pembelajaran bagi perusahaan taksi dalam melakukan pengamanan mandiri. "Ini sebagai konsekuensi agar mereka tidak kehilangan pelanggannya," ujar Firman. (umi/)


Berita Terkait