"Hari Raya Idul Adha harusnya menjadi refleksi bagi tindakan kita, aktivitas politik kita dan tutur kata kita kepada masyarakat. Jika kita semua berhasil menjadi politisi yang bersih, yang ikhlas, berhasil menjadi masyarakat yang bersih, berhasil menjadi siapapun dalam profesi kita yang bersih, maka saat itulah kita telah menang sebagaimana Ibrahim telah memenangkan godaan dunia yang memilih menjalankan perintah Allah untuk mengorbankan Nabi Ismail. Meskipun Ismail adalah harta terbesar dalam hitungan duniawi," kata Airlangga di Masjid Syajaratun Thayyibah, Kompleks Kantor DPP, Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Minggu (11/8/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu lah kita benar-benar menjadi pemenang dan menang dalam artian yang maslahatan, kemenangan dalam kebaikan, kemenangan dalam persaudaraan dan sejatinya itulah cita-cita Partai Golkar," imbuhnya.
Airlangga pun berharap setelah momen Idul Adha ini, dirinya berserta para kader menjadi pribadi yang bersih dan tawakal.
"Semoga kita terdorong menjadi hamba yang bersih melepaskan dan selepas meninggalkan Idul Kurban yang penuh kepasrahan pada Allah," ujarnya.
Airlangga dan Pucuk Tertinggi Beringin:
(idn/idn)










































