Hughes: AS Tak Pernah Bertindak Rasis Tangani Korban Katrina
Jumat, 21 Okt 2005 13:13 WIB
Jakarta - Badai Katrina beberapa waktu lalu memporakporandakan sejumlah kota di AS. Korban jiwa pun tak terhindarkan. Di tengah derita, terbersit kabar pemerintah AS berlaku rasis dalam menangani korban. Benarkah?Pernyataan resmi dari pemerintah AS menyebutkan tidak pernah sama sekali melakukan tindakan rasis dalam menangani para korban.Demikian yang mengemuka dalam dialog antara Wakil Menlu AS Urusan Diplomasi Publik dan Hubungan Masyarakat Karen Hughes dengan mahasiswa di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang, Banten, Jumat (21/10/2005)."Atasan saya merupakan orang keturunan Afrika-Amerika. Jadi tidak ada sama sekali penanganan yang bersikap rasis. Aparat AS banyak belajar dari korban badai Katrina itu. Saat badai kedua menerpa Texas, aparat AS dapat berkoordinasi lebih baik," jelas Hughes.Menurut dia, hal yang sesungguhnya terjadi pada saat penanganan bencana badai Katrina adalah kurangnya koordinasi antarinstansi di AS.Meski demikan, lanjut dia, pemerintah AS sangat menghargai berbagai kritik yang masuk dari media massa. Masukan tersebut tentunya akan dijadikan pemicu perbaikan penanganan bencana di masa depan."Adalah hal yang sangat baik bagi pers untuk memberitakan kritikan dan koreksi terhadap pemerintah, seperti protes terhadap penanganan badai Katrina ini. Hal itu akan menjadi masukan yang sangat baik bagi pemerintah AS untuk semakin memperbaiki diri di masa depan. Inilah bagusnya demokrasi," tegasnya.
(san/)











































