detikNews
Sabtu 10 Agustus 2019, 17:29 WIB

Cerita Putri Tanjung Sering Dibully hingga Termotivasi Bikin Creativepreneur

Yulida Medistiara - detikNews
Cerita Putri Tanjung Sering Dibully hingga Termotivasi Bikin Creativepreneur Foto: CEO PT Visi Muda Kreatif Putri Tanjung (kedua dari kanan) i diskusi Kongres ke-5 Indonesia Diaspora, di Mall Kotakasablanka, Jakarta Selatan. (Yulida-detikcom)
Jakarta - Putri Founder & Chairman CT Corpora Chairul Tanjung (CT), Putri Tanjung bercerita sulitnya membangun usaha Creativepreneur. CEO PT Visi Muda Kreatif itu mengaku saat kecil sering dibully sehingga termovitasi ingin membuktikan diri untuk menjadi pengusaha sukses.

"Jadi waktu kecil aku dibully sama teman-teman sekolah. Jadi aku dibully karena aku tinggi dan aku gendut. Aku adalah anak dari seorang pengusaha yang sangat luar biasa yang aku sayang banget. Jadinya gara-gara dibully itu aku mikir sebenarnya aku bisanya apa sih sukanya apa, waktu dibully itu jadi pressure dan trigger," kata Putri di diskusi Kongres ke-5 Indonesia Diaspora, di Mall Kotakasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8/2019).


Putri menyebut awalnya sewaktu SMP mengikuti organisasi yang mengharuskannya membuat event. Akhirnya pada usia 15 tahun, Putri membuat event pertamanya dengan klien temannya sendiri.

"Akhirnya di umur 15 tahun aku memaksa teman aku sendiri untuk jadi klien pertama birthday party, seneng banget dan alhamdulillah gara-gara itu aku dapet Rp 20 ribu pertama dari hasil kerjaku sendiri dan itu rasanya kalau kita bisa dapat uang sendiri itu rasanya kaya pengin dipajang gitu rasanya beda banget. Nah di situ karena seneng banget aku jadi pengen banget jadi pengusaha," ujarnya.

Meski anak pengusaha, Putri tidak serta merta mudah mendapatkan modal usaha. Sebab, orang tuanya meminta dirinya berusaha sendiri hingga sukses.

"'Jadi kalau kamu mau berkarya bikin bisnis cuma satu, bapak nggak akan kasih uang sepeser pun. Dan kamu nggak boleh minta sponsor ke mana-mana perusahaan bapak jadi kamu harus bisa sendiri'" ujar Putri menirukan ucapan orang tuanya.


Untuk mewujudkan impiannya menjadi pebisnis, Putri mulai aktif mencari informasi di mesin pencari internet tentang acara-acara entrepreneurship untuk anak muda, tetapi saat itu belum banyak tersedia. Akhirnya, dia terpancing membuat usaha Creativepreneur Corner agar menginspirasi anak muda.

Tetapi, awal mula merintis bisnisnya tidak begitu lancar, dia pernah ditolak hingga 30 perusahaan. Baru lah pada tahun 2018 usahanya sudah berjalan lancar dan sudah banyak eventnya.

"Itu panjang banget ceritanya itu ditolak 30 perusahaan, dibilang ngapain umur 17 tahun mau bikin acara besar, nggak mungkin bisa apalagi perempuan. Kemudian nangis nggak mau keluar kamar luar biasa banget tantangannya. Terus acara yang pertama nggak banyak orang yang datang. Karena orang belum tahu dan mungkin anak-anak muda belum banyak yang mau jadi entrepreneur," ujarnya.

Saat ini, Creativepreneur sudah menginspirasi lebih dari 60 ribu orang. Putri mengatakan sebelumnya dia sempat merasa tertekan dengan ujaran masyarakat tentang bisnisnya.

"Jadi waktu itu aku stres karena setiap bikin acara atau apapun kalau misalnya sukses salah itu pasti karena bapaknya kalau gagal juga salah. Karena nggak mungkin gagal karena anaknya pengusaha. Jadi aku waktu itu lumayan stres dan pressure lagi," kata Putri.

Akhirnya dia bersekolah ke Amerika dan mencoba berdamai dengan diri sendiri. Ia lalu termotivasi membuka peluang usaha yang lebih besar.
(yld/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com