Mudik ke Jawa Timur
Waspadai Cepu-Bojonegoro!
Jumat, 21 Okt 2005 12:59 WIB
Surabaya - Bagi calon pemudik ke Jawa Timur (Jatim) yang akan melintasi jalur tengah, diminta untuk mewaspadai jalur Cepu-Bojonegoro. Sebab, sedikitnya terdapat enam titik rawan kecelakaan.Data yang dihimpun detikcom, Jumat (21/10/2005), jalur Cepu-Bojonegoro yang mempunyai kerawananan cukup tinggi terdapat di wilayah Kalitidu-Padangan yang kondisi jalannya bergelombang dan rusak berat. Selain itu di musim penghujan, kawasan itu rawan banjir, sebab lokasinya berada di daerah aliran sungai Bengawan Solo. Begitupula jalur alternatif Bojonegoro-Nganjuk (lintas selatan). Jalur ini biasanya bisa ditempuh dalam waktu dua jam. Pengemudi harus berhati-hati, sebab jalanan berliku dan banyak tebing cukup curam di tengah hutan jati itu. Ditambah luas jalan yang sempit dan banyak tikungan tajam. Pada Km 27, tepatnya di Desa Pajeng, Kecamatan Bubulan, Bojonegoro, terdapat jembatan yang sempit dan rambu lalu lintas banyak yang hilang.Sedangkan pemudik yang akan menuju Ngawi, melalui Ngraho Bojonegoro juga tidak bisa berleha-leha. Sebab, pada Km 23 sampai dengan Km 38, jalannya bergelombang dan rawan longsor. Lebih-lebih jika hujan mengguyur. Hari Sudaswati, Pjs Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. kepada wartawan mengaku sedikitnya terdapat enam titik rawan dari Cepu-Nganjuk-Ngawi-Surabaya. "Tingkat kerawanan terjadinya kecelakaan cukup tinggi, karena kondisi jalan seperti itu. Kita minta para pemudik untuk lebih mewaspadai kawasan tersebut," katanya.Sementara dari Babat Lamongan ke Bojonegoro, sedikitnya terdapat dua titik yang rawan. Yaitu di Kecamatan Baureno ada dua lokasi yang rawan kecelakaan yakni di perlintasan kereta api di Desa Gajah 'Bolong' dan Desa Gunungsari yang kondisi jalannya menikung dan bergelombang. Enam kilometer menjelang masuk kota Bojonegoro, tepatnya di Desa Kalianyar Kecamatan Kapas kondisinya jalannya lebar lurus, tetapi licin. Namun selama ini di daerah ini sering terjadi kecelakaan yang cukup fatal dan memakan korban jiwa.
(asy/)











































