Dilansir situs bmkg.go.id, Sabtu (10/8/2019), konsentrasi partikulat (PM10) di Pekanbaru berada di angka 160.73 ugram/m3. Partikulat (PM10) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron (mikrometer).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari grafik yang terlihat, kualitas udara Pekanbaru pada level tidak sehat. Kualitas udara ini terdiri 5 level.
Pertama, udara sehat ditandai dengan warna hijau dengan konsentrasi partikulat berkisar 0-50. Sedangkan udara dengan kategori sedang ditandai warna kuning dengan konsentrasi partikulat berkisar 50-150.
Udara tidak sehat ditandai dengan warna cokelat dengan konsentrasi partikulat 150-250. Udara sangat tidak sehat ditandai dengan warna merah dengan konsentrasi partikulat 250-350. Udara berbahara ditandai dengan warna ungu dengan konsentrasi partikulat lebih dari 350.
BMKG Pekanbaru merilis, hari ini pada level confidence 70 persen di Riau ditemukan 51 titik panas. Kondisi sebaran Karhutla ini yang menimbulkan asap dari sejumlah kabupaten yang akhirnya mengepung Pekanbaru.
Papan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Pekanbaru Foto: Chaidir/detikcom |
Sementara itu, papan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang terpajang di Jl Sudirman depan Kantor Wali Kota Pekanbaru ternyata sudah lama rusak. Papan ISPU yang menjadi acuan warga untuk melihat kualitas udara ternyata tidak berfungsi.
"Sejak Pekanbaru dikepung asap, kita selalu melihat papan ISPU untuk melihat kualitas udara. Tapi rupanya kondisinya rusak. Tidak ada pergerakan grafik," keluh Abdulah Sany warga Pekanbaru.
"Bagaimana masyarakat mau mengetahui kualitas udara sehat atau tak sehat. Kiranya instansi yang berkompeten terkait ISPU ini segera memperbaikinya. Agar masyarakat bisa mengetahui kualitas udara, apa lagi saat ini dikepung asap pekat," sambung dia.
Karhutla Terjadi Lagi di Konawe, 98 Hektare Lahan Hangus:
(cha/knv)












































Papan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Pekanbaru Foto: Chaidir/detikcom