detikNews
Jumat 09 Agustus 2019, 23:32 WIB

Saat Ridwan Kamil Jadi Host Talkshow Bahas Hoaks Hingga Peran Medsos

Mukhlis Dinillah - detikNews
Saat Ridwan Kamil Jadi Host Talkshow Bahas Hoaks Hingga Peran Medsos Ridwan Kamil (Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Bandung - Ada momen menarik dalam rangkaian Piala Humas Jabar 2019. Gubernur Jabar Ridwan Kamil (RK) berperan sebagai pembawa acara sebuah talkshow bertajuk 'Informil'.

Tak kalah menarik, bintang tamu dalam talkshow singkat tersebut. Ada Wali Kota Bogor Bima Arya, Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan dan Lurah Babakan Siliwangi Nur Somadin.


Ridwan Kamil memandu jalannya talkshow.Ridwan Kamil memandu jalannya talkshow. Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom


Talkshow yang dipandu RK ini membahas seputar peran media sosial (medsos) dalam kehumasan, terutama bagi kepala daerah dalam berinteraksi dengan warganya secara daring.

"Kita ingin tahu bagaimana kepala daerah dan aparat kewilayahan di samping saya ini memanfaatkan media sosial untuk berinteraksi dengan masyarakat," kata RK sebelum mulai berinteraksi dengan bintang tamu.

RK menanyakan kepada ketiga bintang tamu mengenai suka dukanya berinteraksi di media sosial. Beragam tanggapan diberikan ketiga pemimpin muda tersebut.




Misalnya, Bima Arya mengaku gembira ketika berbagai posting-annya, baik pembangunan dan kebijakan di medsos direspon positif publik. Namun, ia tak menampik banyak duka yang diterimanya di medsos.

"Dukanya kalau komentarnya ajaib. Apapun isunya, komennya cebong kampret itu menyebalkan," kata Bima menjawab pertanyaan RK.

Sementara itu, Hengky Kurniawan mendapat banyak masukan dari masyarakat lewat medsos. Namun, terkadang juga ia menjadi sasaran publik.

"Yang saya sukai itu ide-ide kreatif kaum milenial, kalau nggak sukanya komplainnya. Saya bilang, 'jalan provinsi komennya ke kami'. Tapi dengan adanya medsos, mudah mendistribusikan program," jelas Hengky.

Lurah Babakan Siliwangi, Nur Somadin mengatakan keberadaan medsos membuat program wilayahnya tersosialisasi dengan baik ke warga. Apalagi, program tersebut juga berjalan dengan baik.

"Sukanya kalau terbaca (di medsos) dan melaksanakan program itu bisa bermanfaat bagi masyarakat," tutur Nur.




Dalam bincang-bincang singkat itu, RK juga sempat menanyakan apakah mereka bertiga pernah menjadi korban hoaks atau berita bohong. Ketiganya mengaku pernah mengalaminya.

Di tengah-tengah perbincangan, Hengky tiba-tiba mengajukan pertanyaan kepada RK. Ia meminta tips meningkatkan jumlah pengikut di akun Instagram. Mengingat, RK saat ini memiliki 10 juta pengikut di Instagram.

"Mayoritas pengikut saya 70 persen anak muda, jadi nggak boleh serius. Tips saya, tampilan kerja serius, tapi kalimat (caption) santai saja. Ada kata jomlo, mantan, ditikung, pasti interaksinya tinggi," kata RK.

Dalam kegiatan ini, puluhan penghargaan diberikan instansi, pemerintah daerah, ke wilayah dengan beragam kategori. Mulai dari keterbukaan informasi, pengelolaan medsos dan lainnya.
(zak/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com