Gusdurian Jakarta Gelar Doa Bersama untuk Mbah Moen

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 09 Agu 2019 20:46 WIB
Gusdurian mendoakan Mbah Moen. (Lisye/detikcom)
Jakarta - Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan KH Maimun Zubair (Mbah Moen) wafat pada Selasa (6/9) di Mekah. Wahid Foundation dan Gusdurian Jakarta menggelar doa bersama untuk almarhum Mbah Moen.

Pantauan di aula Rumah Pergerakan Griya Gus Dur, Jalan Amir Hamzah, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (9/8/2019), Gusdurian melakukan doa bersama. Doa diawali dengan pembacaan Surat Al-Fatihah.

Doa dipimpin oleh perwakilan Gusdurian Jakarta, Gus Aang Arif Amrulloh. Kemudian Gus Aang membaca niat doa untuk Mbah Moen dan diikuti oleh jemaah.



Sementara itu, putri bungsu Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Inayah Wulandari Wahid, mengatakan Mbah Moen adalah kiai yang disegani oleh semua pihak. Mbah Moen juga cerminan tokoh lintas agama.

"Ada fenomena Mbah Moen itu sekarang melewati milenium ke milenium, kemudian bukan hanya mengenal Mbah Moen, bukan hanya memiliki, bukan hanya NU dan muslim, tapi juga kita bisa lihat orang yang kemudian mem-posting bagaimana teman-teman di gereja, klenteng melakukan doa untuk Mbah Moen. Menggambarkan bukan hanya lintas generasi, tapi juga lintas agama," kata Inayah.



Inayah kemudian mengenang sosok Mbah Moen. Menurutnya, Mbah Moen adalah tokoh besar, sehingga banyak pihak yang mendoakannya.

"Buat saya, Mbah Moen itu kiai besar, bahkan semua dari berbagai unsur mendoakan bahkan orang yang kemudian menghujat beliau tetap pada saat yang sama memanfaatkan beliau. Mereka mengakui betapa beliau sudah banyaklah tanda-tanda kebesaran beliau. Tapi buat saya, kebesaran Mbah Moen bukan karena ketika Mbah Moen meninggal terus (jadi) headline," kata dia.

Inayah menilai Mbah Moen adalah sosok kiai yang ramah. Selain itu, Mbah Moen adalah kiai yang tidak menciptakan batas kepada santri-santrinya.

"Saya merasa kebesaran Mbah Moen, humble beliau, kemudian beliau melepas batas antara kiai dan santri, dan mau bertanya kepada santri. Mbah Moen mampu mendobrak itu semua. Bagi saya, kebesaran itu adalah akumulasi dari hal-hal kecil dalam sehari-hari," lanjutnya.

Mbah Moen wafat pada usia 90 tahun saat menunaikan ibadah haji pada Selasa (6/8) di Mekah, Arab Saudi. Mbah Moen dimakamkan di pemakaman Al-Ma'la, Mekah. (lir/dnu)