Dampak BBM Naik: Diuber-uber Petugas KA, Koran Distop

Dampak BBM Naik: Diuber-uber Petugas KA, Koran Distop

- detikNews
Jumat, 21 Okt 2005 11:01 WIB
Jakarta - BBM naik, tunjangan wakil rakyat di Senayan melonjak Rp 10 juta/bulan. Hal ini sungguh ironis, mengingat rakyat se-Tanah Air tengah mengatur strategi bagaimana bisa bertahan hidup di tengah gempuran mahalnya ongkos hidup pasca kenaikan BBM.Tampaknya, pemerintah plus wakil rakyat harus mendengarkan bagaimana rakyat harus 'menciptakan' penurunan standar hidup mereka, seperti yang dikirimkan ke redaksi detikcom lewat surat elektronik:Firman, Bojong Gede, Bogor:Tips yang kami lakukan dan besaran penghematan setiap bulannya yang terjadi adalah:1. Menghentikan langganan surat kabar Rp. 50.000,- (untuk mendapatkan informasi cukup membacanya di internet).2. Mengalihkan trasportasi dari KRL ekpres ke KRL Ekonomi : Rp. 200.000.- (biasanya pulang pergi dengan KRL ekspres, kini hanya perginya saja dan pulangnya dengan KRL Ekonomi).3. Menghapus uang jajan (untuk sarapan pagi di kantor) : Rp. 125.000.- (bawa sarapan pagi dari rumah).4. Mengurangi kegiatan berlibur keluarga, biasanya setiap minggu, menjadi 1 bulan sekali : Rp. 300.000.- (memberikan pengertian kepada anak). Sehingga total penghematan yang dapat dilakukan setiap bulannya plus minus Rp. 630.000. Lumayan, bisa sedikit menutupi kebutuhan lainnya yangmeningkat tapi tidak bisa kita dihindari, yaitu 9 kebutuhan pokok, gas, dan BBM.Noer YalesSaya tinggal di Ciputat, kerja di Cawang dan suami di Blok M. Saya menyiasati kenaikan BBM caranya dengan nebeng suami setiap hari kerja. Pukul 6 pagi saya berangkat bareng suami (padahal saya masuk kerja pukul 8.30), sampai Blok M pukul 7.00.Saya naik bus satu kali lagi dan sampai kantor jam 07.30 (1 jam lebih awal). Untuk pulangnya, suami rela menunggu saya sampai jam 17.00 kadang lebih, padahal seharusnya dia bubar kantor jam 14.00 (2 jam menunggu). Biaya yang dipangkas cukup besar, kalau tidak ikut suami pengeluaran yang harus dikeluarkan total Rp. 20.000, rinciannya kereta Sudirman PP Rp 15.000, angkot PP Rp. 5.000, sedangkan ikut suami Rp 2.500 x 2 hanya Rp. 5.000. Cukup irit kan....Hal ini dilakukan karena untuk menghemat biaya transportasi. Akhirnya kami BP7 artinya Berangkat Pagi-Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas-Pasan.DidiSaya seorang buruh pabrik dengan penghasilan di bawah Rp 1,4 juta, tempat tinggal saya di daerah Depok dan bekerja di Bekasi. Selama ini saya menggunakan kendaraan motor 2 tak, setelah kenaikan BBM yang sangat memberatkan (hampir 2 x lipat ), saya jadi berpikir ulang. Untuk menggunakan alat transportasi tersebut sebelum kenaikan BBM, saya menghabiskan Rp 10.000 sekali jalan Depok - Bekasi mengunakan motor 2 tak. Jadi dalam 1 hari bisa Rp 20.000 hanya untuk transportasi. Setelah kenaikan ini pengeluaran saya bisa mencapai Rp 40.000/hari. Setelah dipikir akhirnya saya putuskan untuk mengistirahatkan motor 2 tak saya dan mengambil kredit motor 4 tak. Motor tsb dalam 1 hari hanya menghabiskan Rp 10.000 PP dengan kecepatan 50 - 60 Km/jam. Dan motor 2 tak saya bisa diojekkan dengan setoran Rp 15.000/hari, sehingga cicilan motor baru saya bisa dari motor yang lama saya. Dan untuk penghematan rumah, ada beberapa yang terpaksa saya ubah yaitu: 1. Untuk semua lampu , terutama ruang tamu dan teras , diganti watt yang rendah, dan untuk malam hari hanya lampu pada ruangan yang digunakan saja yang dinyalakan. 2. Pengurangan pemakaian mesin cuci dari tiap hari menjadi 2 hari 1 kali (maklum kami masih punya bayi). Untuk popok tidak dicuci dengan mesin, hanya dikucek saja. 3. Kompor gas kami istirahatkan dan di ganti kompor minyak tanah (walaupun masih sulit didapat). 4. Kulkas pada malam hari sampai pagi kami matikan. 5. Dispenser kami istirahatkan dan diganti dengan memasak sendiri. 6. Anak saya yang pertama biasanya sekolah TK diantar ojek , sekarang naik ojek milik sendiri, jadi gratis, bisa menghemat Rp 12.000/hari. Hal tersebut di atas semua terpaksa saya lakukan karena setelah berjalan 1 minggu kenaikan BBM, keuangan rumah tangga kami mengalami defisit/kekurangan hingga 20 - 30% dari budget yang ada , karena hampir semua lini /aspek mengalami kenaikan yang besar.Ziska YusdianaSaya tinggal di Bogor dan bekerja di daerah Kemang Jakarta. Sebelum BBM naik, berangkat ke kantor dari rumah naik ojek ke depan komplek kemudian naik angkot sampai terminal Baranangsiang. Dari situ naik bus jurusan UKI. Dari UKI naik taksi sampai kantor. Begitu juga saat pulang. Dengan kenaikan BBM biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 45 ribu/90 ribu sehari. Sekarang saya menyiasatinya dengan jalan kaki dari rumah lewat belakang komplek, kemudian naik becak sampai jalan besar, dari situ naik bus kecil ke terminal Baranangsiang, naik bus ke UKI, naik bus 2 kali lagi. Lama perjalanan sekitar 2-2,5 jam. Tapi penghematannya juga sebanding sekitar Rp 23 ribu sekali jalan. Kalau pulangnya diantar naik motor sampai Ampera, dari situ naik bus ke Bogor. Di terminal janjian ketemu suami baru pulang sama-sama naik bus, terus dilanjutkan naik becak berdua malam hari, mesra dan romantis. Hiks..hiks!Asep EnengRumah saya di Cibinong dan tempat kerja saya di kantor emerintah di kawasan Pejambon Jakarta Pusat.Semenjak kenaikan BBM, otomatis biaya transportasi ikut-ikutan naik. Untuk menyiasati hal tersebut hal saya lakukan adalah:Biasanya sebelum kenaikan transportasi dari rumah ke kantor hanya Rp.16.000 PP. Dengan gaji golongan 2D dapat dibayangkan mengatur pengeluaran.Untuk menyiasatinya, sekarang saya menggunakan KRL Depok-Jakartadengan membeli abudemen yang relatif murah, itu juga masih disiasati dengan membeli abudemen dengan jarak yang terdekat (murah). Harusnya membeli jurusan Depok-Gambir/Kota, sekarang membeli abudemen Depok-Tebet, jadi masih ada selisih harga, walaupun turunnya di Stasiun Juanda. Dan apabila ada pemeriksaan terpaksa harus main kucing-kucingan dgn petugas PT KA (demi menghemat).Atau turun di Stasiun Manggarai, terus ikut kereta yang langsir ke Stasiun Gambir. Lumayan, habis gerah-gerahan naik KRL terus naik kereta AC untuk penumpang ke luar Jakarta. Semoga PT KA memakluminya. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads