Hewan Kurban di Kota Bekasi Dipastikan Bebas Antraks

Hewan Kurban di Kota Bekasi Dipastikan Bebas Antraks

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 09 Agu 2019 15:33 WIB
Foto: Ilustrasi (Rifkianto Nugroho)
Foto: Ilustrasi (Rifkianto Nugroho)
Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi telah melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban secara menyeluruh. Hasilnya, hewan kurban di Bekasi dipastikan bebas penyakit antraks.

"Nggak ada yang kena antraks. Bekasi bebas antraks," ujar Dokter Hewan Berwenang Pemkot Bekasi drh. Sariyanti, kepada wartawan, Jumat (9/8/2019).

Antraks adalah penyakit menular akut dan sangat mematikan yang disebabkan bakteri bacillus anthracis dalam bentuknya yang paling ganas. Penyakit antraks bersifat zoonosis yang berarti dapat ditularkan dari hewan ke manusia dan cukup mematikan.

Sariyanti mengkhawatirkan hewan-hewan kurban yang didatangkan dari daerah lain membawa penyakit yang dapat memicu antraks. Menurutnya, ada kemungkinan hewan kurban terjangkit penyakit di tengah perjalanan.

"Yang kita khawatirkan hewan kurban ini kan didatangkan dari mana-mana, walaupun di daerah asal ketika ke Bekasi sudah ada surat keterangan kesehatan, tapi 'kan tidak tahu kita di tengah perjalanan kena apa," ujarnya.

Hewan kurban yang sehat, akan diberi tanda. Tanda tersebut dikalungkan pada hewan kurban. "Ada pin sehat," ujarnya.



Namun ada sejumlah hewan kurban di Bekasi yang teridentifikasi terkena berbagai macam gangguan. Di antaranya diare, mata merah, hingga terluka.

"Rata-rata itu paling banyak terluka," ujar Sariyanti.

Sariyanti mengatakan diare dan mata merah masih bisa diobati. Sementara, jika hewan kurban alami cacat seperti kaki pincang ataupun patah tulang, maka dapat digolongkan ke dalam hewan tidak layak potong.

Hewan kurban yang tidak layak potong, kandangnya akan dipisahkan dengan hewan kurban yang layak potong. "Kalau yang tidak layak, biasanya kita pisahkan (kandangnya). Kemudian, setelah dipisahkan kita hanya kasih saran ke pedagangnya bahwa ini tidak layak jual (sebagai hewan kurban)," ujar Sariyanti.

Dari data Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bekasi, terdapat 40 hewan kurban yang tidak layak, di antaranya 19 sapi, 14 kambing, dan 3 domba sakit, sedangkan 2 sapi dan 2 domba kurang umur.

Pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban telah dilaksanakan Pemkot Bekasi dari 22 Juli hingga 9 Agustus 2019. 130 personil gabungan dikerahkan saat pemeriksaan.

(isa/mea)