Kepemimpinan Prabowo Disinggung, Andre Gerindra: Ferdinand PD Gagal Nyaleg

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Jumat, 09 Agu 2019 15:07 WIB
Andre Rosiade (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Kadiv Hukum dan Advokasi DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyinggung kepemimpinan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih layak memimpin negara. Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade menyerang balik Ferdinand.

Ferdinand Hutahaean pada 8 Agustus 2019 bercuit menceritakan momen menjadi pendukung Jokowi, juga Prabowo, di dua pilpres. Menurut dia, Jokowi lebih berkarakter sebagai pemimpin, sedangkan Prabowo sama sekali tidak mempunyai jiwa kepemimpinan.

Cuitan itu disambar Andre Rosiade. Meski tak menyebut nama Ferdinand, Andre menyinggung soal kegagalan dalam Pileg 2019.


"Gagal nyaleg, mudah-mudahan bisa jadi komisaris. Lumayan daripada nganggur he-he-he," cuit Andre.

Ferdinand tak terima atas cuitan Andre yang, menurutnya, menghina. Dia lantas mengungkit jasanya mengampanyekan Prabowo di Pilpres 2019.

"Hina sekali orang ini komennya? Gue nyaleg santai-santai nggak keluar duit. Gue ke lapangan selalu kampanye Prabowo. Tanya orang-orang Bogor yang pernah ketemu saya. Gue makin tahu ternyata memang lu cuma bocah yang kebetulan berduit, nyaleg, dan menang. Otak sih kopong kayaknya," balas Ferdinand sembari menyertakan sejumlah emoji tertawa terbahak-bahak.

Andre kembali membalas cuitan Ferdinand. Eks juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno itu mengaku bingung atas klaim 'selalu mengampanyekan Prabowo' yang disampaikan rekan satu divisinya di BPN saat Pilpres 2019 itu.

"Kalau tulus bela Pak @prabowo dan rajin bertemu masyarakat, apalagi di daerah Kabupaten Bogor yang merupakan daerah pendukung Pak @prabowo seharusnya Anda lolos dan mendapatkan suara yang banyak. Tapi ternyata kan Anda hanya mendapatkan 7.186 suara," jelas Andre.


Ferdinand lalu meminta Andre menunjukkan laporan dana kampanyenya. Andre membalas Ferdinand dengan menyatakan dirinya terpilih karena rekam jejak.

"Coba tunjukkan laporan penggunaan dana kampanyemu berapa? Sudahlah, sekarang saya tahu kamu cuma anak alay dalam politik," ucap Ferdinand.

"Pemilih saya masyarakat Sumbar atau Minang memilih berdasarkan rekam jejak, prestasi, dan program bukan karena amplop uang bro. Masyarakat Minang pemilih rasional bukan pemilih karena uang. Jadi nggak ada urusan jumlah dana kampanye masyarakat Minang menentukan pilihan bro," balas Andre.

Dimintai konfirmasi, Ferdinand Hutahaean menyebut dirinya bercuit soal karakter pemimpin karena menurutnya Jokowi tak mudah diatur orang. Sedangkan Prabowo, menurut dia, terlalu mudah mengikuti kemauan kelompoknya.


Sementara itu, Andre mengungkapkan alasannya membalas cuitan Ferdinand. Dia mengaku gerah karena menurutnya Ferdinand selepas pilpres kerap menyindir Prabowo.

"Saya mengomentari karena Saudara FH terkesan suka menyerang Pak Prabowo dan Gerindra, makanya saya tanggapi. Dulu waktu di BPN penginnya dekat-dekat Pak Prabowo terus seperti cari muka. Sekarang berubah 180 derajat. Suka banget menyindir Pak Prabowo," kata Andre. (gbr/imk)