detikNews
Jumat 09 Agustus 2019, 11:10 WIB

Cerita Bu Guru 'Setrong' di Sulbar yang Taklukkan Piton di Sekolahnya

Abdy Febriady - detikNews
Cerita Bu Guru Setrong di Sulbar yang Taklukkan Piton di Sekolahnya Foto: Bu Guru Putu taklukan ular piton seorang diri (Abdy-detik)
Mamuju - Putu Ayu Suyastini (27), guru di SMPN 5 Tobadak, Mamuju Tengah, Sulbar, mendadak ramai jadi pembicaraan warga. Guru 'setrong' asal Bali ini menjinakkan ular piton yang berkeliaran di sekolahnya.

Guru mata pelajaran matematika ini, terekam kamera sedang menaklukkan seekor ular piton sepanjang 2,7 meter, yang berkeliaran di halaman sekolah, Kamis (8/8) pagi. Video tersebut, kini beredar luas dan viral di media sosial.

Saat diwawancara wartawan, Putu Ayu mengaku tidak menduga aksinya menangkap ular akan mengundang banyak perhatian, apalagi itu dilakukan secara spontanitas. Dia menangkap ular itu supaya anak-anak tetap aman.



"Awalnya saya juga tidak mau mendekat, cuma kebetulan ada instruksi dari bapak kepala sekolah dan jam pelajaran sudah akan dimulai, sedangkan tidak ada orang lain yang mau menangkap ular tersebut, jadi saya tergerak memberanikan diri menangkap ular tersebut, agar tidak meresahkan," ujar Ayu, di SMPN 5 Tobadak, Jumat (9/8/2019).

Ayu mengatakan, aksi kemarin merupakan pengalaman pertama dia menangkap ular. Dia memberanikan diri demi keselamatan muridnya.

"Sebenarnya ada sedikit perasaan takut, apalagi ini pertama kali saya menangkap ular, tapi mau bagaimana lagi, daripada makin meresahkan lebih baik di tangkap dan dikembalikan ke habitatnya," sambung Ayu.

Pengakuan Bu Guru 'Setrong' di Sulbar yang Taklukkan Piton Seorang DiriFoto: Bu Guru Putu taklukan ular (Dok Wina-FB)


Bagi sebagian warga di daerah ini, kemunculan ular piton bukanlah hal yang baru, lantaran di daerah ini banyak hutan yang menjadi habitat sejumlah binatang berbahaya salah satunya ular. Ayu berpesan kepada warga yang menemukan ular supaya jangan membunuh.

"Sebisa mungkin jangan panik, tetap tenang dan jangan membunuh ular karena mereka juga makhluk hidup, baiknya dikembalikan diupayakan ditangkap dan dikembalikan ke habitatnya di alam liar," pungkasnya.




(rvk/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com