Pernyataan Kalla Soal Pengawasan Sekolah Dinilai Berlebihan
Jumat, 21 Okt 2005 09:17 WIB
Jakarta - Pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla lagi-lagi menuai kritikan. Kali ini, kritikan datang untuk menanggapi statement tentang pengawasan lembaga-lembaga pendidikan, seperti pengawasan yang akan dilakukan terhadap pesantren."Kita khawatir sistem pemerintahan kembali ke zaman orde baru (orba). Bahkan lebih dari itu," kata Koordinator Koalisi Pendidikan Suparman ketika dihubungi detikcom, Jumat (21/10/2005).Suparman pun menyesalkan bila akhirnya pemerintah bersikukuh menjalankan pengawasan intelijen terhadap sekolah-sekolah, untuk mengantisipasi timbulnya gerakan terorisme. "Masih banyak pekerjaan pemerintah yang lebih penting dari itu," usul Suparman.Pemerintah sebaiknya menjalankan prorgram kerja lainnya, dibanding buang-buang waktu mengawasi lembaga pendidikan. "Prioritas pekerjaan pemerintah, misalnya perbaikan ekonomi. Katakanlah itu memang antisipasi, tapi itu terlalu berlebihan," ujar pria yang juga menjabat Ketua Umum Federasi Guru Independen Indonesia ini.Bila pengawasan terhadap lembaga pendidikan tetap dilaksanakan pemerintah, lanjut Suparman, maka yang terjadi adalah suasana yang mencekam di setiap kampus. Persis, seperti yang terjadi pada masa orde baru.Ketika memperingati acara HUT ke-41 Partai Golkar, Kamis 20 Oktober malam, Jusuf Kalla mengatakan, pemerintah akan mengawasi lembaga lain di luar pesantren. Lembaga yang akan menjadi sasaran pengawasan antara lain, sekolah, tempat latihan dan kelompok organisasi.Menurut Kalla, pemerintah tetap akan mengawasi kelompok yang bertindak secara ekstrim. Bila memang akhirnya terbukti, maka pemerintah tidak segan-segan untuk mengambil tindakan tegas terhadap mereka.
(ism/)











































