detikNews
Jumat 09 Agustus 2019, 07:34 WIB

Round-Up

Reuni Pilgub DKI 2012 di Kongres PDIP

Tim detikcom - detikNews
Reuni Pilgub DKI 2012 di Kongres PDIP Foto: Prabowo dan Megawati di Kongres V PDIP (Grandyos Zafna)
FOKUS BERITA: Kongres V PDIP
Jakarta - Ada nuansa nostalgia di Kongres V PDIP. Megawati, Prabowo, Jokowi, dan Ahok yang pernah satu kubu di Pilgub DKI 2012 kini reuni.

Pada Pilgub DKI 2012, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto mengusung Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai cagub-cawagub DKI hingga akhirnya keduanya menang. Kini, Jokowi hadir di Kongres V PDIP sebagai Presiden RI sementara Ahok merupakan kader PDIP.

Di Kongres V PDIP, Megawati memberikan sapaan istimewa untuk Prabowo dan Ahok. Saat menyapa Prabowo, Megawati sedikit bercerita tentang rencana kedatangan Prabowo di Kongres PDIP. Selain itu, dia juga mengajak Prabowo untuk bertempur lagi.

"Jadi kan Pak Prabowo waktu ketemu saya kan heboh ya media, padahal saya cuma tanya gini, 'Mas, nanti mau nggak saya undang ke Kongres PDIP? Kalau nggak mau ya nggak apa-apa.' Eh, ternyata beliau mau," ucap Megawati di Grand Inna Bali Beach Hotel, Denpasar, Bali, Kamis (8/8/2019)

"Iya loh, kan capek ya kalau disuruh namanya tempur terus, ya sudahlah. Nanti tempur lagi di 2024. Siap?" sebut Megawati.

Usai menyapa Prabowo, Megawati juga secara khusus berbicara tentang Ahok. Dia melemparkan sapaan secara khusus kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, lengkap dengan 'sindiran' mengapa harus berganti nama.

"Ini ada kader PDIP. Namanya BCP. Basuki Cahaya Purnama. Terkenal namanya Ahok," kata Megawati.

Mega juga mencandai mantan Wagub DKI itu soal kata Aseng. Menurutnya, apa pun nama Ahok tidak jadi masalah.

"Iya. Terus nggak boleh ya namanya mau Aseng, mau Ahok, mau Badu, kalau dia warga negara Indonesia, ya sudahlah," sambung Megawati.

Ada pula momen menarik antara Ahok dan Prabowo. Seperti diketahui, Ahok merupakan kader Gerindra saat diusung di Pilgub DKI 2012. Belakangan, Ahok lalu keluar dari partai tersebut. Setelah sederet lika-liku kehidupan, Ahok kini bergabung di PDIP.

Ahok mengaku sempat bersalaman dengan Prabowo di Kongres PDIP. Dia pun merasa senang.

"Saya sempat salaman dengan beliau (Prabowo) dan senang," kata Ahok.

Dinamika hubungan politis antara Megawati, Prabowo, Jokowi, dan Ahok bisa dirujuk ke belakang hingga tahun 2012. Pada 18 Maret 2012, Prabowo, Jokowi dan Ahok pernah berdiskusi hingga tengah malam sebelum memutuskan ikut dalam Pilgub. Keesokan harinya, Partai Gerindra resmi mengajukan Jokowi-Ahok untuk cagub-cawagub DKI Jakarta.

"Pertemuan Pak Prabowo, Jokowi, dan Ahok berlangsung selama 2,5 jam sampai tengah malam. Kami mengusulkan Jokowi-Ahok kepada PDIP. Kami tinggal menunggu jawaban PDIP sebelum mendaftarkan bersama-sama ke KPUD," kata Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani, kepada detikcom, Senin (19/3/2012).
Reuni Pilgub DKI 2012 di Kongres PDIPFoto: Prabowo bersama Jokowi dan Ahok di KPUD Jakarta (detikcom/Ari Saputra)


Jawaban PDIP pun langsung datang. Ketum PDIP Megawati menyetujui Jokowi-Ahok maju Pilgub. Maka pada 19 Maret 2012, Prabowo berangkat bersama Jokowi dan Ahok ke KPUD Jakarta untuk mendaftarkan mereka. Prabowo memakai baju safari yang menjadi ciri khasnya, sedangkan Jokowi dan Ahok memakai kemeja kotak-kotak yang jadi atribut kampanye mereka.

Usai mendaftarkan diri, tampak ketiganya keluar dari gedung KPUD Jakarta dengan wajah sumringah. Prabowo mengangkat tangan Jokowi dan Ahok. Semenjak itu, Prabowo setia mendampingi keduanya dalam beberapa acara kampanye.

Prabowo pernah hadir di kampanye Jokowi-Ahok di parkir timur Istora Senayan, Jakarta, Minggu (1/7/2012). Kampanye ini juga dihadiri oleh Ketum PDIP Megawati. Prabowo dan Mega juga sangat 'mesra'.
Reuni Pilgub DKI 2012 di Kongres PDIPFoto: Prabowo bersama Jokowi dan Ahok saat kampanye (dok. detikcom)


Di Senayan, Prabowo mengangkat tangan Jokowi dan Ahok tinggi-tinggi. Setelah itu, sembari mengangkat jempol kanan, Prabowo menyerukan Jakarta butuh perubahan dan Jokowi-Ahok adalah jawabannya. Prabowo yakin sekali Jokowi menang, dan memang benar kuda hitam dari Solo itu akhirnya sukses menekuk Gubernur DKI incumbent yang mendomimasi semua lembaga survei, Fauzi Bowo (Foke).

Selain itu, Prabowo juga muncul dalam iklan kampanye Jokowi-Ahok. Prabowo pun kerap membantu Jokowi-Ahok yang kala itu diterpa kampanye hitam. Usaha Prabowo itu berbuah hasil. Jokowi-Ahok menang dengan perolehan suara 58,83 persen mengalahkan Foke-Nachrowi yang memperoleh 46,18 persen.


Dipercepat, Ada Apa Dengan Kongres PDI Perjuangan? Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]

Reuni Pilgub DKI 2012 di Kongres PDIP

(rdp/imk)
FOKUS BERITA: Kongres V PDIP
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com