detikNews
Kamis 08 Agustus 2019, 22:20 WIB

PDIP Jelaskan Spesialnya Ahok di Kongres Bali

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
PDIP Jelaskan Spesialnya Ahok di Kongres Bali Ahok di Kongres V PDIP/Foto: Grandyos Zafna
FOKUS BERITA: Kongres V PDIP
Denpasar - Nama Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok disebut khusus saat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri membuka Kongres V PDIP. PDIP menjelaskan alasan Ahok 'spesial' dan berbicara soal kesetiaan.

"Tetapi bahwa kita mendukung dan kemudian tidak berhasil pun Pak Ahok memenangkan pada saat itu karena ada proses-proses yang juga berkaitan dengan hukum, berkaitan dengan SARA, itu yang dianggap oleh banyak pihak di luar, tidak menjadikan kita menjadi lupa bahwa beliau itu juga adalah bagian dari kita. Dan sekarang apalagi beliau adalah kader PDI Perjuangan," kata Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga, Kamis (8/8/2019).

Menurut Eriko, Megawati juga mengingatkan soal esensi perbedaan serta masalah politik identitas dan radikalisme. Megawati, kata Eriko, juga mengingatkan soal prinsip saling menghormati dan toleransi.





"Dalam hal ini, Ibu mau mengingatkan, di tengah esensi pelbagai perbedaan, di tengah sekarang problem radikalisme ya, problem politik identitas, kita tidak boleh mengabaikan yang namanya prinsip kita saling menghargai, saling bertoleran, saling menghormati," ujarnya.

Eriko menyebut Ahok adalah bagian dari PDIP. Karena itulah, kata Eriko, PDIP tidak pernah meninggalkan Ahok.

"Nah ini beliau, Ahok itu, yang disebut BTP, BCP ya, Basuki Cahaya Purnama itu adalah bagian dari PDI Perjuangan. Dan kita tidak pernah meninggalkan beliau, dan tidak pernah mau mengatakan bahwa karena ada hal seperti itu, dia bukan bagian kita. Nah, itu yang ingin ditunjukkan oleh Ketua Umum kami," ungkap Eriko.

Meskipun demikian, Eriko menyebut Ahok belum ada rencana untuk kembali terjun ke dunia politik. Menurutnya, Ahok ingin menjadi profesional dan memulai kembali hidupnya selepas bebas dari tahanan.

"Beliau kan baru memulai kehidupannya kembali setelah keluar dari tahanan. Itu yang beliau inginkan. Apakah beliau ada rencana politik? Belum ada. Karena saya dampingi beliau waktu bertemu dengan Ibu Mega, tidak ada," tutur Eriko.

Eriko meminta pilihan Ahok yang ingin menata kembali kehidupan pribadi dan keluarganya untuk dihargai. Eriko menilai keputusan Ahok untuk kembali memperjuangkan hidup selepas dari tahanan adalah sesuatu yang luar biasa.

"Bahkan, apa yang beliau janjikan dulu kepada pribadi-pribadi juga dia penuhi dengan segala keterbatasannya sekarang. Beliau kan sudah tidak lagi gubernur. Tapi beliau ingin bekerja untuk masyarakat banyak," ujarnya.

"Jadi biarlah kita berikan kesempatan beliau, PDI Perjuangan memberi kesempatan pada beliau untuk menata kehidupannya dulu. Soal nanti politik atau apa, nantilah. Tanyakan lah pada beliau. Dan tentunya PDI Perjuangan ini kan sudah bersama-sama beliau dan tentunya akan konsisten seperti itu juga," lanjut dia.

Sebelumnya, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyapa sejumlah pihak dalam sambutan pembukaan kongres PDIP 2019 di Bali. Dia melemparkan sapaan secara khusus kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, lengkap dengan 'sindiran' mengapa harus berganti nama.

"Ini ada kader PDIP. Namanya BCP. Basuki Cahaya Purnama. Terkenal namanya Ahok," kata Megawati dalam sambutannya di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Kamis (8/8).
(azr/fdn)
FOKUS BERITA: Kongres V PDIP
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com