detikNews
Kamis 08 Agustus 2019, 16:50 WIB

6 Fakta Teks Proklamasi yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Rizky Wika Shintya Devi - detikNews
6 Fakta Teks Proklamasi yang Mungkin Belum Kamu Ketahui Fakta teks proklamasi. Foto: Abraham Arthemius
Jakarta - Teks proklamasi jadi bagian dari sejarah kemerdekaan Indonesia. Berikut fakta unik tentang teks proklamasi yang mungkin belum kamu tahu.

Membuat teks proklamasi ternyata membutuhkan waktu yang cukup panjang. Tak selalu mulus, Ir.Soekarno pun mengalami beberapa kesulitan. Berikut ini fakta-fakta soal teks proklamasi yang menarik:

1. Ada 2 jenis teks proklamasi

Faktanya terdapat dua jenis teks proklamasi, yaitu teks proklamasi autentik dan teks proklamasi klad.

Teks proklamasi autentik merupakan teks yang dihasilkan oleh ketikan Mohamad Ibnu Sayuti atau yang dikenal dengan Sayuti Melik, seorang tokoh muda kelahiran Sleman, 22 November 1908.

Sedangkan, teks proklamasi klad merupakan teks yang ditulis tangan sendiri oleh Ir.Soekarno dan merupakan hasil karangan yang dibuat oleh Drs. Mohammad Hatta dan Mr.Raden Achmad Soebarjo Djojoadisoerjo.

Terdapat perbedaan antara teks proklamasi autentik dan teks proklamasi klad, yaitu segi penulisan teks dan tanda tangan.

Dari segi penulisan teks proklamasi autentik mengalami perubahan di beberapa kata, seperti:

Kata "Proklamasi" diubah menjadi "PROKLAMASI",
Kata "Hal2" diubah menjadi "Hal-hal",
Kata "tempoh" diubah menjadi "tempo",
Kata "Djakarta, 17 - 8 - '05" diubah menjadi "Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05",
Dan, kata "Wakil2 bangsa Indonesia" diubah menjadi "Atas nama bangsa Indonesia"

Untuk teks proklamasi autentik telah ditanda tangani oleh Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta, sedangkan teks proklamasi klad tidak ditandatangani.

2. Misteri Angka "tahun 05"

Kemerdakaan RI sendiri jatuh pada tahun 1945, tapi yang tertulis pada teks proklamasi tahun 05 ya?

Ternyata, hal tersebut disebabkan karena tahun 05 merupakan singkatan dari angka pada tahun penanggalan di zaman pemerintahan Jepang. Singkatan tersebut berasal dari angka tahun 2605 yang mana tahun penanggalan tersebut berlaku di negeri sakura itu.
3. Teks Proklamasi dirumuskan di rumah orang Jepang

Perumusan teks proklamasi dilakukan di rumah Tadashi Maeda, seorang perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Tadashi Maeda sendiri bertugas sebagai kepala penghubung angkatan laut dan angkatan sarat tentara kekaisaran Jepang.

Tadashi Maeda mempersilahkan tokoh-tokoh penting Indonesia untuk menjadikan rumahnya sebagai tempat penyusunan teks proklamasi. Tak hanya itu, ia menjamin keamanan bagi mereka dari ancaman luar.

Teks proklamasi untuk kemerdekaan Indonesia mulai disusun pada dini hari sekitar pukul 02.00 - 04.00 WIB yang berada di ruang makan rumah Tadashi Maeda. Kini, rumah Tadashi Maeda telah menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang bertempat di Jl. Imam Bonjol, No.1, Jakarta Pusat.

4. Teks Proklamasi Sempat Masuk Tong Sampah

Wah, gimana ceritanya ya dokumen penting bisa dibuang ke tong sampah? Ternyata Detikers, setelah pembuatan teks proklamasi selesai diketik dan menjadi teks proklamasi autentik. Justru, teks proklamasi klad dibuang ke tong sampah.

Untungnya, teks proklamasi tersebut diselamatkan oleh salah satu tokoh pejuang kemerdekaan yang bernama Burhanuddin Mohammad Diah atau B.M. Diah, ia turut menemani Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta saat itu untuk menjaga keselamatan mereka.

5.Teks Proklamasi Tersebar Cepat

Tidak seperti zaman sekarang, yang mana dengan adanya akses jaringan internet semua informasi dapat tersebar dengan cepat dan mudah. Penyebaran teks proklamasi gencar dilakukan melalui surat kabar, salah satunya seperti "Soeara Asia" di Surabaya, Jawa Timur, lalu melalui kantor berita Jepang Domai yang dilakukan secara terus menerus tiap 30 menit hingga siaran berakhir pada pukul 16.00.

Selanjutnya, penyebaran dilakukan dengan memasang plakat, membagikan poster, coretan pada dinding tembok dan gerbong kereta api, seperti dengan penulisan slogan yang berbunyi "Respect Our Constitution, August 17!!!"

Penyebaran teks proklamasi juga disebarkan melalui para utusan daerah yang menghadiri sidang PPKI.

6. Rekaman Suara Pembacaan Teks Proklamasi

Pada tanggal 17 Agustus 1945, pembacaan teks proklamasi nyatanya tidak ada yang merekam suara atau video. Dokumentasi yang ada hanya berbentuk foto-foto saat detik-detik teks proklamasi dibacakan.

Faktanya, rekaman suara asli Ir. Soekarno yang membacakan teks proklamasi dilkakukan pada tahun 1951 dan pengambilan rekaman tersebut dilakukan di studio Radio Republik Indonesia (RRI). Perekaman suara tersebut disarankan oleh Jusuf Ronodipuro, salah satu pendiri RRI.







(lus/lus)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com