detikNews
Kamis 08 Agustus 2019, 13:45 WIB

Praperadilan Tersangka Tewasnya Siswa SMA Taruna Ditolak, Ini Kata Sekolah

Raja Adil Siregar - detikNews
Praperadilan Tersangka Tewasnya Siswa SMA Taruna Ditolak, Ini Kata Sekolah ILUSTRASI/Foto: Raja Adil Siregar/detikcom
Palembang - Pengadilan Negeri (PN) Palembang menolak praperadilan tersangka kekerasan siswa SMA Taruna Indonesia di Palembang, Obby Farisman Arkataku. Apa komentar sekolah?

"Ya kalau praperadilan (ditolak) Obby itu tergantung dari Obby sendiri, itu kan hak warga negara. Kita pihak sekolah nggak boleh mencampuri," kata kapala sekolah SMA Taruna, Tarmidzi saat dimintai konfirmasi, Kamis (8/8/2019).

Menurut Tarmidzi, Obby saat kejadian baru satu minggu masuk untuk jadi pembina di sekolah. Namun Obby malah terjerat kasus kekerasan siswa baru saat Masa Orientasi Siswa (MOS).

"Dia ini kan baru masuk satu minggu ya, kita persiapkan untuk pembina asrama. Ya karena proses hukum kita tunda dulu dan kita ikuti proses hukumnya," imbuh dia.

Tarmidzi menyesalkan kasus kekerasan yang menimpa dua siswa saat MOS. Sebab sejak SMA Taruna berdiri pada 2015, menurutnya baru kali ini ada kasus kekerasan hingga siswa meninggal dunia.





"Prinsipnya kita menganggap itu semua proses dari kepolisian. Antara menyesal atau tidak. Itu takdir dari Illahi, itu sudah suratan ya kita menerima saja," katanya.

Tarmidzi mengaku telah menerima surat resmi dan berisikan sanksi dari Gubernur Sumsel, Herman Deru. Bahkan tercatat 2 poin penting, di antaranya terkait sekolah tidak boleh menerima siswa baru hingga larangan pendidikan dengan sistem semi militer.

"Kita memang sudah dapat surat Bapak Gubernur, sanksi tidak boleh menerima siswa baru tahun ajaran 2020/2021. Ya kita menerima semua, termasuk nggak boleh kegiatan pendidikan semi militer," katanya.

Siswa baru SMA Taruna Indonesia Delwyn Berli meninggal di RS Myria, Palembang. Korban disebut sempat kejang-kejang dan pingsan saat mengikuti rangkaian kegiatan MOS, Jumat (12/7) malam.

Selain Delwyn, ada pula siswa bernama Wiko Jeriyanda (16). Wiko meninggal pada Jumat (19/7) malam pasca-operasi usus. Keluarga menyebut Wiko masih sehat sebelum mengikuti masa orientasi siswa (MOS) di sekolah sampai akhirnya menjalani operasi usus.

Saat ini, penyelidikan atas kedua kasus itu masih ditangani Satreskrim Polresta Palembang. Bahkan salah satu pembina sekolah, Obbi ditetapkan tersangka dan diduga melakukan penganiayaan.



Tonton Saksi Mata Nestapa Siswa Junior:

[Gambas:Video 20detik]


(ras/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com