KLHK Berikan Penghargaan Bergengsi ke Wartawan detikcom

KLHK Berikan Penghargaan Bergengsi ke Wartawan detikcom

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 07 Agu 2019 22:26 WIB
Hari Konservasi Alam Nasional, wartawan detikcom Chaidir Anwar Tandjung menerima pernghargaan dari KLHK. (Dok Istimewa)
Hari Konservasi Alam Nasional, wartawan detikcom Chaidir Anwar Tandjung menerima pernghargaan dari KLHK. (Dok Istimewa)
Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan penghargaan bergengsi kepada detikcom di Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN). Media daring ini dinilai berperan penting dalam pemberitaan konservasi dari Provinsi Riau.

Acara HKAN tahun 2019 dipusatkan KLHK di Taman Wisata Alam (TWA) Muka Kuning di Batam. Hari ini, Rabu (7/8/2019) merupakan puncak acara HKAN yang dihadiri Ibu Negara Iriana Jokowi. Menteri KLHK, Siti Nurbaya Bakar, dalam acara ini mendampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam melepas burung Elang Bondol di kawasan Muka Kuning, Batam.



Menteri KLHK, Siti Nurbaya mengatakan dalam acara tersebut, bahwa peran media massa sangat penting dalam mengedukasi masyarakat secara secara luas tentang konservasi alam. Lewat media massa, Siti menilai segala kegiatan jajarannya terkait konservasi alam bisa tersampaikan ke masyarakat.

"Peran serta jurnalis di lapangan dalam memberitakan konservasi sangat berperan penting ke masyarakat untuk memberikan pemahamanan akan pentingnya penyelamat alam. Jurnalis banyak berjasa dalam mengedukasi ke masyarakat. Saya mengucapkan terima kasih kepada jurnalis yang sudah banyak berkontribusi pemberitaan konservasi," kata Siti dalam menutup acara puncak HKAN.

Sebagai wujud terima kasih kepada jurnalis, KLHK memberikan penghargaan kepada wartawan detikcom, Chaidir Anwar Tanjung yang bertugas di Pekanbaru, Riau.



Piagam penghargaan disampaikan langsung Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Wiratno kepada Chaidir.

KLHK Berikan Penghargaan Bergengsi ke Wartawan detikcomPenghargaan dari KLHK kepada wartawan detikcom Chaidir Anwar Tanjung. (Dok Istimewa)

Dalam sambutannya, Wiratno mengatakan detikcom telah berperan sangat penting dalam pemberitaan konservasi di Riau. Yang paling dia ingat, dari sejumlah pemberitaan konservasi, detikcom menerbitkan pemberitaan soal harimau liar yang memangsa dua warga Indragiri Hilir (Inhil) Riau.

Belakangan, harimau liar diberi nama Bonita untuk memisahkan individu lainnya. Usai menyerang manusia hingga tewas, Bonita 'diburu' tim KLHK bersama TNI/Polri, LSM, dan masyarakat untuk dievakuasi dari kawasan perkebunan sawit dan hutan alam yang ada di Kecamatan Pelangiran, Inhil.



Memburu harimau Bonita bukan hal yang gampang. Sejak Januari hingga Meret 2018 Bonita waktu yang cukup panjang untuk bisa dievakuasi. Selama proses mencari Bonita, tiada henti melansir segala bentuk perkembangan dalam operasi Bonita.

"Chaidir wartawan detikcom ini, selama 120 hari terus menerus menulis segala bentuk perkembangan, persoalan, serta proses penangkapan harimau Bonita. Ini sungguh hal yang luar biasa pekerjaan jurnalis," kata Wiratno.

Karenanya secara khusus, Wiratno mengucapkan terima kasih kepada detikcom atas pemberitaan soal harimau Bonita.

"Terima kasih kepada detikcom yang tidak pernah bosannya menulis konservasi alam khususnya di Riau. Di acara ini, kami KLHK memberikan piagam penghargaan atas narasi positif dalam pemberitaan konservasi di Provinsi Riau," kata Wiratno.



Di acara yang sama, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono selaku tuan rumah HKAN di Batam, menambahkan, bahwa pemberitaan tentang konservasi alam di Riau mampu menjadi top news secara nasional.

"KLHK itukan punya UPT di daerah, dan alhamdulilah, BBKSDA Riau lewat pemberitaan rekan-rekan jurnalis mampu masuk dalam top ten pemberitaan tentang konservasi. Peran penting jurnalis dalam menyampaikan informasi membantu kami dalam menyampaikan segala kegiatan yang menyangkut konservasi ke masyarakat. Terima kasih kepada rekan-rekan media," kata Haryono.

Selain detikcom, media yang mendapat penghargaan ada Kompas, LKBN Antara Biro Riau, MNC Media dan Riau Pos.

Chaidir Anwar Tanjung bergabung dengan media ini sejak tahun 2000 silam. Banyak pemberitaan tentang konservasi alam dari Riau yang menghiasi di media ini. Mulai dari persoalan konflik gajah, harimau dengan manusia serta perburuan liar.

Sajian tulisan soal konservasi alam, Riau termasuk wilayah paling banyak berita soal lingkungan. Selain berita konflik satwa, hingga gajah dan harimau mati karena ulah manusia. Ini belum lagi persoalan kawasan konservasi di Riau dijarah masyarakat untuk dijadikan kebun sawit. Pemberian mengkritisi dan mengedukasi ini selalu kami sajikanan secara akurat.


(dnu/dnu)