Banjir Bandang Aceh Tenggara Diduga Akibat Pembangunan Jalan

Banjir Bandang Aceh Tenggara Diduga Akibat Pembangunan Jalan

- detikNews
Jumat, 21 Okt 2005 06:13 WIB
Jakarta - Banjir bandang di Aceh Tenggara menewaskan sedikitnya 12 orang dan satu orang dinyatakan hilang. Penyebab bencana ini diduga akibat pembuatan jalan yang merusak Kawasan Ekosistem Leuser (KEL)."Pembangunan ruas jalan menghancurkan ekosistem hutan sebagai wilayah tangkapan air atau Water Catchment Area," ujar Kadiv Advokasi dan Kampanye Walhi Aceh Dewa Gumay dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (21/10/2005).Pembangunan ruas jalan Titi Pasir-Bahorok dilakukan sejak tahun 2002. Pembangunan ruas jalan itu, ujar Dewa, berada pada KEL yang menghancurkan ekosistem hutan."Hujan yang terus mengguyur Kecamatan Semadam seharusnya tidak akan menyebabkan banjir bandang, jika wilayah tangkapan air di wilayah KEL tidak rusak," jelas Dewa.Walhi Aceh mencatat, KEL memiliki areal seluas 2.570.652,78 hektar. Kini, penebangan liar telah merusak sedikitnya 653.482,17 hektar dengan areal gundul seluas 262.564,67 hektar dari luas KEL yang ada.Di KEL kerap terjadi bencana banjir bandang dengan dampak yang cukup besar dan memakan korban jiwa. Bencana banjir bandang itu antara lain terjadi pada November 2003 di Bahorok, 26 April 2005 di Kecamatan Badar dan 18 Oktober lalu di Kecamatan Semadam. (ism/)


Berita Terkait