Dua dari 10 Orang Indonesia Ternyata Antiamerika
Kamis, 20 Okt 2005 23:57 WIB
Jakarta - Dua dari 10 orang Indonesia ternyata antiamerika. Pemerintah pun diminta tidak menutup diri atas fenomena antiamerika di Indonesia."Ini adalah fakta yang ada di masyarakat," kata Direktur Freedom Institute Syaiful Mujani dalam diskusi dan peluncuran buku "Benturan Peradaban: Sikap dan Perilaku Islamis Indonesia terhadap AS", di Hotel Aryaduta, Jalan Prapatan, Jakarta Pusat, Kamis (20/10/2005).Pernyataan Syaiful ini didukung survei yang dilakukan Freedom Institute pada akhir 2004. Survei dilakukan pada 1.200 responden. Sampel diambil secara multistage random sampling. Margin of error sebesar 3%. "Hasilnya, 21 % rakyat Indonesia antiamerika," tegas Syaiful.Menurut Syaiful, fakta ini tidak perlu ditutup-tutupi terutama oleh pemerintah. Hanya saja, pemerintah harus bisa mengakomodiasi, agar sikap ini tidak melahirkan sikap anti kekerasan."Sah-sah saja bersikap antiamerika dalam sebuah negara demokrasi. Namun, pemerintah harus membuat pemahaman yang lebih inklusif dan plural di tengah masyarakat," pinta pria yang juga menjabat Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia ini.Syaiful menambahkan, fenomenan antiamerika juga terjadi di Eropa dan belahan dunia lainnya. Maka dari itu, ia berharap, agar penelitian ini menjadi awal bagi kajian-kajian serupa.
(ism/)











































