Da'i Bachtiar Bantah Terlibat Kasus LC BNI
Kamis, 20 Okt 2005 21:47 WIB
Jakarta - Mantan Kapolri Jenderal Pol Dai Bachtiar membantah keterlibatannya dalam kasus Letter of Credit Bank Negara Indonesia (BNI). Disinyalir, hal tersebut diungkapkan tersangka yang juga mantan Kepala Unit II Perbankan Diretorat II Ekonomi Khusus Mabes Polri Kombes Pol Irman Santoso. "Irman santoso mendengar ada pimpinan BNI yang memberikan uang kepada Erwin Mapaseng dan saya. Saya katakan tidak benar. Sebab, saya tidak pernah menerima," kata mantan Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar di wisma GKBI, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (20/10/2005). Da'i menegaskan, tidak ada keterangan Irman tentang dirinya dan Erwin Mapaseng di dalan berita acara pemeriksaan (BAP) kasus tersebut. "Saya sudah tanya Pak Makbul (Kabareskrim Mabes Polri), tidak ada dalam BAP tentang pengakuan Irman itu. Nah, sekarang informasi itu darimana?," tanya Da'i. Dai justru mempertanyakan keabsahan berita tersebut, yang menurutnya hanya berdasarkan pendengaran dari Irman semata. "Dia hanya mendengar lho, tidak melihat!. Seorang polisi penyidik bila mendengar 'katanya', itu bisa lari ke fitnah," papar mantan orang nomor satu di Polri ini.Menurut Dai, dahulu pengusutan kasus ini hanya usaha menghendaki kembalinya uang yang diminta BNI. "Saya katakan pengembalian uang itu di luar. Ini ada pelanggaran hukum, harus diproses. Saya perintahkan begitu," beber jenderal kelahiran Indramayu ini. Da'i menceritakan, sejak saat itulah pengusutan kasus BNI akhirnya berjalan cepat. Ada nama Adrian Waworuntu dan sebagainya. "Itu setelah saya intervensi. Saya perintahkan itu," aku Da'i. Da'i pun mengaku tidak pernah bertemu dengan pejabat siapapun dari BNI, termasuk mantan Direktur Keuangan BNI Mohammad Arsjad. Tetapi dia mengatakan, siap diperiksa bila sewaktu-waktu Polri meminta keterangan darinya dalam kasus ini. "Kalau memang dibutuhkan untuk pemeriksaan kenapa tidak?," sergap Da'i.
(ism/)











































