Setahun SBY-JK
Pengamat: Kemiskinan dan Pengangguran Meningkat
Kamis, 20 Okt 2005 20:55 WIB
Jakarta - Hari ini, Kamis 20 Oktober 2005 adalah tepat satu tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla (SBY-JK). Banyak kritik menerpa pemerintahan, terutama tim ekonomi pemerintahan yang dinilai buruk. "Kinerja yang dirasakan dari tim ekonomi adalah semakin bertambahnya pengangguran serta kemiskinan," kata pengamat Ekonomi Imam Sugema di Sekretariat Korps Alumni HMI (HMI), Jalan Madiun, Jakarta, Kamis (20/10/2005). Berdasarkan data yang diperoleh Imam, jumlah pengangguran di Indonesia meningkat dari 9,9 persen menjadi 10,3 persen. "Ini mungkin masih bisa bertambah sebagai dampak kenaikan harga BBM," tegas Imam. Selain itu, kemiskinan juga meningkat dari 36 juta orang menjadi 40 juta orang. "Begitu pun dengan inflasi dari 7,9 persen menjadi 12 persen," ungkap Imam. Hal ini, menurut Imam, menunjukan makin memburuknya perekonomian Indonesia. Penyebabnya, lanjut Imam, karena kebijakan yang digaris bawahi para menteri ekonomi, tidak konsisten dengan masalah yang ada. "Contohnya saja untuk kurangi kemiskinan, maka yang harus dilakukan adalah biayai proyek padat karya. Namun, ternyata malah dikurangi untuk kompensasi BBM. Ini kan salah," sesal Imam. Hal senada juga dikemukakan mantan Ketua DPR Akbar Tanjung. Menurut Akbar, perekonomian saat ini belum menunjukan perbaikan dibanding tim ekonomi sebelumnya. "Rakyat miskin masih banyak. Dan janji ketika kampanye untuk mensejahterakan rakyat belum terwujud," tandas politikus ulung ini.
(ism/)











































