Bisa Kurangi Polusi Udara, Kemenhub Dukung Perluasan Ganjil-Genap Jakarta

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 07 Agu 2019 14:13 WIB
Ilustrasi ganjil-genap. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Kementerian Perhubungan menyebut upaya perluasan rute ganjil-genap efektif mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Kesadaran masyarakat disebut juga berpengaruh mengurangi polusi di DKI Jakarta.

"Kalau perluasan ganjil-genap menurut saya kalau itu mengajak atau mengubah dan mendorong masyarakat ketergantungan kendaraan pribadi ke kendaraan umum ya menurut saya efektif," kata Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi kepada wartawan di Basketball Hall, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2019).



Selanjutnya Budi menilai peran dan kesadaran masyarakat juga bisa mengurangi polusi. Menurutnya, kondisi kendaraan umum saat ini juga sudah baik untuk digunakan masyarakat dan jalan kaki juga bisa jadi pilihan.

"Saya pernah dengar ada survei mengatakan penyumbang terbesar untuk polusi itu selain kendaraan roda 4, itu juga roda 2, menurut saya angkutan umum di Jakarta sudah bagus kan, ada LRT, MRT, TransJakarta, sekarang tinggal kemauan masyarakat aja. Coba tiru masyarakat di negara lain, kalau jarak pendek jalan kaki saja, jalan kaki pilihan juga kan," paparnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum lama ini memberikan instruksi untuk segera membatasi umur kendaraan yang masuk ke Jakarta. Hal ini disampaikan dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara.



Instruksi ini dikeluarkan guna menekan polusi dari emisi gas buang. Salah satunya membatasi penggunaan kendaraan pribadi.

"Memperketat ketentuan uji emisi bagi seluruh kendaraan pribadi mulai pada tahun 2019 dan memastikan tidak ada kendaraan pribadi berusia lebih dari 10 tahun yang beroperasi di wilayah DKI Jakarta pada tahun 2025," kata Anies dalam Instruksi Gubernur. (aik/rvk)