Menhut: Banjir Aceh karena Keliru Kelola Hutan

Menhut: Banjir Aceh karena Keliru Kelola Hutan

- detikNews
Kamis, 20 Okt 2005 16:34 WIB
Medan - Menteri Kehutanan MS Kaban menyatakan, banjir bandang yang terjadi di Aceh Tenggara terjadi karena masalah pengelolaan hutan yang tidak tepat. Penebangan sejumlah pohon untuk digantikan jenis pohon yang lain, seharusnya mempertimbangkan berbagai kemungkinan.Menteri MS Kaban menyatakan hal itu kepada wartawan di Bandara Polonia Medan, Kamis (20/10/2005) usai kunjungan sekitar satu jam ke Aceh Tenggara dengan menggunakan pesawat. Setelah meninjau lokasi dari udara dan bertemu dengan Bupati Aceh Tenggara Armen Desky, pada Kamis sore, Kaban bertolak kembali ke Jakarta. Kaban menyatakan, masyarakat di sekitar lokasi kejadian, awalnya telah menanam pohon kemiri pada lahan-lahan perbukitan. Namun kemudian kemiri itu ditebang untuk digantikan pohon-pohon coklat. Proses inilah yang mengakibatkan kondisi di kawasan itu rawan longsor. Karena kemampauan pohon coklat menahan erosi dan penyerapan air, berbeda jauh dengan pohon kemiri yang mempunyai kemampuan lebih baik."Masyarakat hendaknya mendapat edukasi yang lebih baik dalam persoalan kehutanan ini, agar bencana alam seperti yang sekarang tidak terjadi lagi," kata MS Kaban yang juga memberikan bantuan kepada para korban bencana alam.Menurut politisi PBB ini, yang perlu dilakukan adalah pemulihan secara segera kawasan-kawasan hutan yang rusak, namun terutama disegerakan pada kawasan-kawasan yang berpotensi terjadinya bencana alam seperti di Aceh Tenggara ini. Selain itu Kaban menyatakan manfaat ekonomis dari penjagaan hutan, jauh lebih banyak daripada menebang hutan untuk alasan ekonomi. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini