Wiranto Sarankan Pancasila Ditanamkan dengan Gaya Total Football

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Selasa, 06 Agu 2019 17:57 WIB
Menko Polhukam Wiranto (Jefrie/detikcom)
Jakarta - Menko Polhukam Wiranto menerima audiensi Plt Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyanto bersama sejumlah deputi. Pertemuan membahas tentang cara membumikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

"Teman-teman dari BPIP ya berbicara masalah bagaimana membumikan kembali Pancasila dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ya banyak hal yang kita bincangkan. Apa-apa yang harus mereka lakukan dan apa-apa yang telah dipikirkan oleh tim untuk tidak kembali membudayakan Pancasila ya dalam kehidupan masyarakat Indonesia," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2019).


Wiranto menyarankan agar penanaman nilai-nilai Pancasila menggunakan strategi total football. Artinya, semua lembaga turut serta dalam membumikan nilai-nilai Pancasila.

"Saya tadi menyarankan supaya kita mencontoh saya total football ya. Jadi semua kementerian lembaga supaya bersama-sama melakukan sosialisasi untuk menanamkan kembali ideologi Pancasila, terutama dalam perilaku lingkungan masing-masing," ujar dia.

"Karena memang pengawalan Pancasila dari satu kelompok masyarakat dan masyarakat lain bisa berbeda cara aplikasinya kan, cara melatihnya kan. Cara memberikan pemahaman pun juga bisa berbeda. Jadi, dengan total football itu kan seakan-akan semua lini kan akhirnya satu membuat gol, kan gitu kan. Membuat gol artinya apa, kembali membumikan Pancasila dalam kehidupan masyarakat Indonesia," sambung mantan Panglima ABRI tersebut.


Wiranto menilai sebenarnya banyak cara untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat. Pancasila ditegaskan Wiranto harus menjadi perilaku sehari-hari warga Indonesia.

"Saya kira banyaklah kita tuh yang kita bicarakan. Tapi intinya memang kerja keras, kembali melakukan suatu langkah-langkah yang mengembalikan Pancasila menjadi satu ideologi bagi bangsa Indonesia dalam perilaku sehari-hari dan dalam konsep-konsep kerja masyarakat. Ini saya kira intinya ke sana," ujarnya.

Wiranto lantas menyinggung perbedaan cara Orde Baru dalam menanamkan kandungan moral dalam Pancasila. Menurut Wiranto, masyarakat saat ini berbeda sehingga metode untuk menanamkan Pancasila juga harus disesuaikan.

"Kenapa saya katakan berat karena beda dengan dulu. Orde baru dulu kan sistemnya berbeda ya. Untuk membumikannya itu dengan cara-cara pendidikan yang formal, dengan cara indoktrinasi tapi sekarang kan sudah berbeda, masyarakatnya berbeda, generasi mudanya juga berbeda, lingkungannya berbeda, kemudian sistem informasinya juga sangat-sangat canggih sekarang sehingga banyak tawaran-tawaran ideologi lain yang juga masuk ke Indonesia. Ini juga harus menjadi tugas berat kita untuk bisa membendung ideologi lain dan justru memperkuat Pancasila sebagai ideologi negara yang dipahami dan dilaksanakan masyarakat," paparnya.

Sementara itu, Plt Kepala BPIP Hariyono mengatakan pertemuan tersebut sebatas koordinasi antarlembaga. Dia mengaku ingin menyisihkan ego sektoral terkait program.

"Koordinasi aja antarkelembagaan. Ya koordinasi kelembagaan yang isinya bagaimana program-program BPIP itu juga sinkron dan saling sinergi dengan Menko Polhukam jadi enggak ada kesan antar lembaga negara itu saling bersalip-salipan karena kami juga ingin menerjemahkan bahwa gotong royong itu harus dimulai dari diskusi pembicaraan konsep sama program kemudian programnya dilaksanakan bersama-sama sehingga ego sektoral atau ego lembaga lebih rendah terjadi," kata Hariyono saat dimintai konfirmasi terpisah.

Hariyono menjelaskan, pertemuan juga membahas mengenai cara agar Pancasila diterima generasi milenial. Pancasila sebagai ideologi masa depan ditegaskan Hariyono harus diyakini oleh kaum muda Indonesia.

"Yang dibicarakan lebih umum karena kalau yang sampai teknis urusannya teman-teman kedeputian atau dirjen itu. Kita ngomong yang umum-umum bagaimana Pancasila tetap menjadi dasar negara yang bisa diterima oleh generasi muda karena tadi juga kita laporkan Pancasila itu sebagai sebuah ideologi masa depan harus dipegang, diyakin, oleh calon pemegang masa depan Indonesia. Siapa, ya generasi muda generasi milenial," ujarnya.



Tonton Video Deddy Corbuzier Ikut Kemenhub Tanamkan Kembali Nilai Pancasila:

[Gambas:Video 20detik]

(knv/fjp)