Panglima TNI Kaji Keamanan Wilayah Calon Ibu Kota

Mochamad Zhacky - detikNews
Selasa, 06 Agu 2019 16:32 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (Enggran Eko Budianto/detikcom)
Jakarta - Potensi ancaman menjadi salah satu indikator yang diperhitungkan pemerintah dalam menentukan ibu kota negara yang baru. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut pemerintah tengah membahas secara intensif hal tersebut.

"Ini kan masih dibahas ya. Tapi kalau secara umum yang jelas dari faktor ancaman kita lihat, ancaman dari barat, timur, selatan kita hitung," kata Hadi saat ditemui di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2019).

Meski demikian, Hadi enggan menjawab dengan lugas saat ditanya soal keamanan Pulau Kalimantan. Diketahui, pemerintah sudah menentukan bahwa ibu kota baru Indonesia nantinya akan berada di Pulau Kalimantan.



"Yang jelas, Bappenas sudah melihat Kalimantan. Nah Kalimantan nanti, Kalimantan mana yang akan dipilih," ujar Hadi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya meminta Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyiapkan skema pembiayaan untuk pemindahan ibu kota negara. Anggaran untuk membangun ibu kota baru diperkirakan mencapai Rp 466 triliun.

"Saya minta mulai disiapkan skema pembiayaan baik yang bersumber APBN atau non-APBN dan desain kelembagaan yang diberikan otoritas, dan terpenting payung hukum mengenai pemindahan ibu kota," kata Jokowi di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (6/8). (zak/rvk)