Demo Tolak Kenaikan BBM Berakhir Bentrok

Demo Tolak Kenaikan BBM Berakhir Bentrok

- detikNews
Kamis, 20 Okt 2005 15:54 WIB
Surabaya - Aksi demonstrasi menuntut penurunan harga BBM di depan Gedung Grahadi, Surabaya berakhir dengan bentrokan. Sekitar 100 mahasiswa dari Front Persatuan Rakyat (FPR) terlibat saling kejar dengan polisi. Bak..buk..bak...buk... beberapa mahasiswa terkena bogem mentah dan tendangan polisi.Aksi bentrokan antara polisi dengan mahasiswa ini tidak berselang lama dengan bentrokan yang terjadi di halaman Gedung DPRD Jawa Timur. Sekitar 30 polisi pada pukul 13.30 WIB tiba-tiba membubarkan aksi mahasiswa yang tengah melakukan aksi tidur-tiduran di depan Gedung Grahadi, Jalan Suryo, Surabaya, Kamis (20/10/2005).Pembubaran dilakukan oleh polisi karena dinilai telah menggangu lalu lintas. Mahasiswa tampaknya tidak menyangka jika akan diserbu polisi. Tiba-tiba saja, saat sedang tiduran di jalan raya hingga menimbulkan kemacetan, puluhan polisi langsung menyergap dan membubarkan aksi.Terjadilah saling kejar. Beberapa mahasiswa yang berhasil ditangkap, langsung dipukuli dan ditendangi. Salah satu korban luka-luka akibat pukulan adalah Humas FPR Adib. Ia mendapat pukulan dan tendangan meski sudah jatuh tersungkur di jalanan.Tanda-tanda akan terjadi bentrokan sebenarnya sudah terlihat sejak aksi FPR di depan gedung DPRD Surabaya, Jalan Yos Sudarso. Di tempat itu, massa FPR hendak melakukan aksi "menculik" 7 anggota DPRD Surabaya untuk diajak aksi turun ke jalan menolak kenaikan harga BBM. Namun, 7 anggota dewan menolak diajak turun ke jalan.Tak berhasil memaksa anggota DPR turun ke jalan, mahasiswa langsung keluar gedung DPRD dan hendak menurunkan bendera merah putih setengah tiang. Saat mahasiswa memaksa menurunkan bendera, terjadi saling dorong sehingga mengakibatkan beberapa mahasiswa kena pukulan.Tak puas demo di DPRD dan gagal mengajak anggota DPRD turun ke jalan, aksi dilanjutkan ke Gedung Grahadi yang berjarak hanya sekitar 500 meter. Mereka hendak masuk halaman untuk menurunkan bendarea setengah tiang, namun dicegah aparat keamanan. Karena gagal menembus Grahadi, mereka melakukan aksi tidur-tiduran di jalan raya, dan membuat polisi geram sehingga melakukan pembubaran. (jon/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads