Arahan Jokowi Cegah Karhutla: Jangan Tunggu Api Besar

Mochamad Zhacky - detikNews
Selasa, 06 Agu 2019 11:34 WIB
Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan dalam rapat koordinasi nasional pengendalian karhutla. (Zhacky/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan kepada Panglima TNI, Kapolri, gubernur, pangdam, danrem, dan sejumlah pihak yang terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jokowi meminta penanganan karhutla dilakukan sebelum api membesar.

"Saya minta gubernur, pangdam, kapolda, kerja, berkolaborasi kerja sama dibantu pemerintah pusat, Panglima TNI, Kapolri, BNPB, BPBD, usahakan jangan sampai kejadian kita baru gerak. Api sekecil apa pun segera padamkan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan dalam rapat koordinasi nasional pengendalian karhutla. Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian hadir dalam rapat tersebut.
Jokowi juga menyinggung soal aturan main penanganan karhutla. Dia meminta Panglima TNI dan Kapolri mencopot jajarannya yang tidak bisa menangani karhutla.

"Dan aturan main kita tetap, masih sama. Saya ingatkan pangdam, danrem, kapolda, kapolres, aturan main yang saya sampaikan 2015 masih berlaku," ujar Jokowi.

"Yang tidak bisa mengatasi dengan perintah yang sama, copot kalau tidak bisa mengatasi yang namanya kebakaran hutan dan lahan," imbuhnya.


Dalam penanganan karhutla, Jokowi menekankan soal upaya pencegahan. Dia tak ingin kejadian saat 2015 terulang. "Dibanding 2015, tahun ini memang turun (titik apinya). Tapi dibandingkan 2018, naik lagi. Ini yang tidak boleh. Harusnya tiap tahun turun dan yang paling penting pencegahan. Jangan sampai api sudah membesar kemudian kita bingung," jelasnya.



Tonton video Karhutla di Konawe Terjadi Lagi, 5 Hektare Lahan Hangus:

[Gambas:Video 20detik]

(zak/aan)