Jalur Pantura
Proyek Jalan & Jembatan Dikebut
Kamis, 20 Okt 2005 15:12 WIB
Cirebon - Kenyamanan para pemudik yang melewati jalur pantura bisa jadi akan terganggu. Ada kemungkinan proyek perbaikan jalan dan jembatan belum selesai menjelang lebaran. Bila memang begitu, para pemudik harus ekstra hati-hati. Sebab, selain kemacetan menghadang, kondisi jalan juga bergelombang. Namun, bila perbaikannya sudah selesai sesuai target, maka kondisi jalan tentu akan mulus. Kendaraan bisa dipacu dengan kencang dan pemudik bisa menikmati perjalanannya dengan nyaman. Sesuai pemantauan detikcom, Rabu (19/10/2005), proyek perbaikan jalan ini terjadi di berbagai titik di sepanjang Cikampek-Cirebon. Tidak lama setelah keluar Tol Cikampek, ada proyek penambalan jalan di sekitar perempatan Jomin. Tidak jauh dari titik itu, ada proyek perbaikan jembatan di Cikalong, Cikampek. Di Cikalong juga ada proyek galian kabel hampir 1 km. Perbaikan jalan yang cukup besar dilakukan di Jalan Raya Ciberes, Patok Beusi, Subang. Proyek jalan sekitar 2 km itu mencakup banyak perbaikan, antara lain, pembuatan trotoar di antara dua arah, pengecoran jalan, penghalusan cor atau beton pondasi, dan ada pula pembuatan saluran air di sebelah kanan dan kiri jalan.Hingga Rabu kemarin, proyek ini masih jauh dari selesai. Badan jalan di dua jalur masih terdiri dari setengah bahan dari beton dan setengah dari aspal. Jadi, permukaan jalan tidak rata. Permukaan jalan yang diaspal lebih tinggi dibanding permukaan jalan yang dicor. Selanjutnya, perbaikan jembatan dilakukan di daerah Batang Gede dan Batang Kecil, Subang yang berada di sebelah kiri jalan dari arah Jakarta. Selain itu, Jembatan Kebon Sari, Sukareja, Pamanukan juga masih dalam perbaikan.Proyek jalan yang paling besar tampak dilakukan di Sukra, Indramayu. Panjang proyek sekitar 10.450 meter. Proyek-proyek itu antara lain pembuatan jalan, perbaikan jalan, serta pelebaran jalan dari dua jalur menjadi empat jalur. Juga ada pembuatan saluran air di sebelah kanan dan kiri jalan. Menurut salah seorang teknisi Wika (Wijaya Karya), Saiful Zuhri, 10.450 meter jalan itu berasal dari Sukra hingga Bugel, Indramayu. Menurut dia, pembuatan jalan hingga H-7 lebaran, tampaknya hanya bisa menyelesaikan tahap prime coat, yakni pengaspalan awal bagian atas pondasi jalan. "Sampai tahap prime coat pun sudah cukup kuat untuk menahan atau dilindas beban kendaraan," kata dia. Berdasarkan pemantauan detikcom, proyek inilah yang jelas akan mengganggu arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Cirebon. Sebab, bila dilihat dari proses pengerjaan terakhir, tampaknya hingga H-7, proyek belum dapat rampung seratus persen.Sementara di Lohbener, Indramayu, juga terlihat ada proyek pembuatan jalan yang masih dalam tahap pengecoran. Bahkan ada beberapa badan jalan yang belum dipondasi. Para pekerja masih berjibaku untuk menyelesaikan proyek yang masih tersisa 3 km itu. Setelah di Lohbener, proyek pengerjaan jembatan masih dijumpai di Losarang. Kondisi Jalan yang Perlu Diwaspadai Selain perbaikan jalan, para pemudik juga mewaspadai kondisi jalan yang kurang bagus. Saat masuk Sukamandi, Subang, misalnya. Pemudik akan menjumpai penyempitan jalan atau bottle neck sepanjang kurang lebih 8 km. Jelas, ini sumber kemacetan. Kondisi diperparah dengan kurang mulusnya jalan di penyempitan ini. Tingga permukaan jalan tidak rata. Sebagian masih cor-coran, sebagian lagi sudah diaspal. Jalan yang perlu diwaspadai juga adalah jalan Kandang Haur, Patrol, Indramayu. Di sekitar daerah ini, konsisi jalan relatif tidak bagus, bergelombang dan tidak rata.
(asy/)











































