Menlu Pastikan WNI di El Paso Aman Usai Penembakan Brutal

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Senin, 05 Agu 2019 12:24 WIB
Foto: Menlu Retno Marsudi (Zakia/detikcom)
Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan ada 11 keluarga warga negara Indonesia (WNI) yang berada di El Paso, Texas, Amerika Serikat. Retno memastikan semua WNI tersebut dalam kondisi aman usai penembakan brutal di wilayah itu.

"Right after the shooting kita sudah mendapatkan laporan dari konjen kita di Houston sejauh ini tidak ada korban warga negara Indonesia. Jadi yang tinggal di wilayah El Paso 11 keluarga Indonesia," kata Retno di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2019).


Retno tidak menjelaskan terkait penembakan yang kembali terjadi di Ohio. Tapi dia mengatakan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KJRI) telah membuka nomor pengaduan bagi WNI di Amerika Serikat.

"Kita sudah membuka hotline di KJRI dan kita juga sudah menyampaikan imbauan yang sudah kita circulate semua kepada masyarakat. Jadi saya kira SOP kita sudah well-established untuk merespons kegiatan emergency seperti itu," jelasnya.

Sebelumnya, 29 orang tewas serta puluhan orang luka-luka akibat dua penembakan brutal di El Paso dan Ohio.


Diketahui bahwa pelaku penembakan di El Paso telah ditangkap polisi. Pelaku yang bernama Patrick Crusius, disebut sebagai pria kulit putih berusia 21 tahun, dilaporkan menulis sebuah manifesto setebal empat halaman yang diposting online dan berisi dukung bagi pandangan nasionalis kulit putih dan rasisme.

Sementara itu, pelaku penembakan di Ohio yang diidentifikasi bernama Connor Betts (24) tewas ditembak polisi usai beraksi. Laporan AFP menyebut pelaku ditembak dalam kurun waktu 30 detik oleh polisi yang sedang berpatroli di dekat lokasi.


Polisi: Tersangka Penembakan di El Paso Berusia 21 Tahun:

[Gambas:Video 20detik]



(fdu/gbr)