BBM Naik, PHK Capai 1 Jt Orang
Kamis, 20 Okt 2005 12:08 WIB
Jakarta - Dampak kenaikan harga BBM sangat luar biasa. Akibat gonjang-ganjing perekonomian ini, angka pekerja yang akan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa mencapai 1 juta orang. Ruarrr biasa!Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Fahmi Idris usai menyaksikan penandatanganan MoU antara PT Jamsostek dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di kantor Depnakertrans, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (20/10/2005)."Ada penelitian yang mengatakan 1 juta orang, ada juga yang 1,5 juta. Bahkan ada juga yang 2 juta. Kalau perkiraan Menaker itu sekitar 1 juta orang," kata Fahmi Idris.Ada pun yang melatarbelakangi tingginya PHK itu adalah: Pertama, penertiban illegal logging yang menyebabkan industri furnitur, kayu, dan industri berbahan baku kayu kesulitan. Kedua, ekspansi besar-besaran produk tekstil dari Cina, maraknya penyelundupan tekstil. Ketiga, adanya kenaikan harga BBM.Mengantisipasi lonjakan PHK itu, pemerintah telah memberikan insentif terhadap para pengusaha, sehingga mereka bisa tetap bertahan dalam keadaan yang sekarang ini.Sementara itu Dirut Jamsostek Iwan Pontjowinoto menyatakan, perseoran telah menyiapkan dana sebesar Rp 1 triliun untuk menghadapi kemungkinan gelombang PHK. Dana sebesar Rp 1 triliun ini dialokasikan untuk 4 bulan, yakni sejak Agustus hingga November 2005. "Pada Agustus 2005, dana yang terpakai baru Rp 200 juta," katanya.
(san/)











































