Komisi X Minta Kasus Kematian Paskibra di Tangsel Diselidiki Tuntas

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Minggu, 04 Agu 2019 09:30 WIB
Hetifah Sjaifudian (Foto: Dok. Pribadi)
Jakarta - Komisi X DPR menyesalkan meninggalnya calon anggota paskibra di Tangerang Selatan, Aurellia Quratu Aini. Komisi X meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengawasi pelatihan paskibra yang dilakukan di daerah.

"Jadi kami menyesalkan. Dan ini mungkin perlu jadi perhatian juga nanti bagaimana Kementerian ikut melakukan pembinaan dan pengawasan ya ke daerah," kata Wakil Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian kepada wartawan, Minggu (4/8/2019).

Hetifah menceritakan bahwa dia sempat meninjau langsung pelatihan paskibraka nasional di Cibubur pada Jumat (2/8) malam. Menurutnya, pelatihan itu dijalankan dengan baik dan meminta daerah mengikuti standar pelatihan yang diterapkan untuk paskibraka nasional.


"Latihan fisiknya ada, karena kan untuk itu ya menjaga. Tapi kayaknya dari waktu malam itu juga saya lihat masih, waktu gempa kemarin kan, semuanya kelihatan masih happy, dan lengkap semuanya nggak ada yang sakit. Makanannya, menunya juga saya cek, menu itu dijaga betul, nggak ada santan atau apa. Pokoknya seriuslah gitu. Iya (daerah ikuti standar nasional), karena yang saya lihat bagus," ungkapnya.

Hetifah meminta Kemenpora mengecek dan memberikan kurikulum ataupun metode pelatihan yang selama ini digunakan di daerah. Politikus Golkar itu juga meminta kasus ini diselidiki dan menindak tegas pelakunya agar memberikan efek jera.

"Maksudnya kasus ini diperjelas gitu, supaya menjadi efek jera, tidak terjadi lagi. Jadi harus diselidiki penyebabnya apa, harus ada penyelidikan, dan hasilnya itu ya diberi tindakan yang tegas. Kalau dibiarkan nanti bisa terjadi lagi. Jadi biar menjadi pembelajaran untuk semua, bukan cuma di Tangerang (Selatan), jadi ini harusnya terekspose kan nanti Kemenpora harus ikut turun tangan gitu," ujar Hetifah.


Sebelumnya, Aurellia Quratu Aini tewas diduga akibat mengalami kekerasan. Calon anggota paskibra Tangerang Selatan (Tangsel) itu diduga dianiaya senior pembina. Ibu Aurellia, Sri Wahyuniarti menilai ada aturan yang dilanggar senior Aurel selama pembekalan dan pelatihan.

Namun orang tua Aurel tak akan melapor ke polisi. Ia berharap tidak ada tindakan hukum apa pun terhadap institusi atau oknum pelatih paskibra. Mereka juga tidak ingin anaknya diautopsi. Pihaknya sudah merasa ikhlas meski berat.

"Jadi harapan kami, ke depan, sampai detik ini saya dan istri beserta keluarga, kami tidak berharap melakukan tindakan langkah hukum kepada institusi maupun oknum yang ada di tim pelatih paskibraka ini," kata ayah Aurel, Faried Abdurrahman.



Tonton video Calon Paskibraka Nasional 2019 Siap Ikut Pelatihan di Cibubur:

[Gambas:Video 20detik]

(azr/gbr)