Setelah Katrina & Rita, Giliran Wilma Mengancam AS
Kamis, 20 Okt 2005 09:59 WIB
Jakarta - Ancaman topan dahsyat kembali mengintai Amerika Serikat (AS). Kali ini topan Wilma diperkirakan akan menerjang wilayah Florida Keys beberapa hari mendatang. Topan yang masuk dalam Kategori 5 ini juga telah menyebabkan ribuan orang di Kuba, Honduras, Jamaika, dan Haiti mengungsi. Bahkan di Haiti, sedikitnya 13 orang tewas akibat topan Wilma. Demikian seperti diberitakan kantor berita Associated Press, Kamis (20/10/2005).Para pakar cuaca mengatakan, Wilma berpotensial untuk menjadi topan paling ganas dalam tahun ini. Itu artinya Wilma akan lebih dahsyat dari dua badai sebelumnya: Katrina dan Rita yang telah meluluhlantakkan beberapa negara bagian AS. "Masyarakat harus siap. Bersiaplah untuk ini," ujar Bill Mauldin, Kepala Kepolisian Key West, Florida. Para turis pun telah diperintahkan untuk meninggalkan wilayah tersebut.Menurut Direktur Pusat Topan Nasional Max Mayfield, Wilma bisa mencapai Florida Keys pada Sabtu (22/10/2005) malam waktu setempat. Untuk itu, sekitar 80 ribu penduduk Florida akan diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka besok, Jumat (21/10/2005) waktu setempat. Pihak Gedung Putih yang didera kritikan karena responsnya yang lambat pasca badai Katrina, berjanji akan terus mengamati situasi."Kami memonitor dengan seksama topan yang sangat berbahaya ini," ujar juru bicara Gedung Putih Scott McClellan. "Masyarakat harus menyikapi topan ini dengan sangat serius," imbuhnya.
(ita/)











































