Tidak Ada Pertarungan Ide di Politik Indonesia
Kamis, 20 Okt 2005 09:03 WIB
Jakarta - Perdebatan di DPR mengenai kenaikan harga BBM menunjukkan partai-partai terutama yang berseberangan dengan pemerintah, umumnya tidak menawarkan alternatif kebijakan, melainkan hanya memainkan politik partisan. Tidak pernah kita dengar misalnya ada partai yang mengajukan alternatif terhadap kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Kalau harga BBM tidak dinaikkan, apa yang seharusnya dilakukan? Apa yang bisa dilakukan agar beban subsidi di APBN bisa berkurang? Ini tidak pernah sedikitpun disinggung oleh partai-partai. "Dalam sistim demokrasi yang matang seharusnya terjadi battle of ideas (pertarungan ide-ide) antar kekuatan politik. Artinya partai oposisi, kerjanya bukan hanya menentang kebijakan pemerintah, tetapi juga menawarkan pilihan lain dari yang ditentang itu," kata pengamat politik Bara Hasibuan saat dihubungi detikcom, Kamis (20/10/2005). Tetapi ini tidak terjadi di Indonesia sekarang. Menurut mantan Wakil Sekjen PAN ini, partai-partai hanya mencari celah untuk mencari kesalahan pemerintah. Motifnya pun macam-macam. Ada yang kelihatan sekali untuk menaikkan posisi tawar menawar menjelang reshuffle kabinet. Perdebatan soal impeachment juga menunjukkan bahwa partai-partai tidak menjadikan demokrasi sebagai the only game in town, yang artinya semua aktor politik harus menghormati aturan main dalam demokrasi, termasuk yang paling penting soal penggantian kekuasaan. "Impeachment menjadi sesuatu yang disimplifikasi, tanpa mempedulikan justifikasi dan dasarnya," ujar Bara. Di dalam sistem politik kita yang baru, impeachment bukan persoalan yang sederhana, tidak seperti dulu lagi. Ini semua, lanjut Bara, menunjukkan bahwa walaupun kita sudah hidup di dalam konstruksi politik yang baru dengan aturan main yang lebih jelas, perilaku para aktor politik tidaklah berubah.
(atq/)











































